Sabtu, Desember 4, 2021

Begini Anjuran Ahli Ajarkan Nilai Kebaikan Pada Anak

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Psikolog anak dan remaja, Anastasia Satriyo mengatakan, orang tua menjadi manusia serta sosok pertama yang ditemui anak dan memiliki peran penting dalam hal mengajari serta menjadi contoh mereka dalam perihal kebaikan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Anak tidak bisa melakukan sesuatu kalau tidak ada contoh. Kalau belum ada pengalaman mencoba, diajarkan mencoba karena sulit memberi pemahaman bagi anak,” kata Anastasia dalam acara yang digelar Early Learning Center di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Tontonan yang Tidak Sesuai Rentan Buat Anak Stres

Kindness atau kebaikan, kata Anastasia, tak hanya soal berbagi. Menurutnya, kebaikan memiliki cakupan yang luas. Kebaikan bisa berwujud bagaimana membuat seseorang merasa hadir untuknya.

Sementara bagi anak, quality time bisa menjadi bentuk kebaikan dari orang tua ke anak.

Apalagi, lanjut Anastasia, anak memang belajar tentang kebaikan dari waktu-waktu berkualitas yang dia lakukan dengan orang tua mereka. Lalu, nilai kebaikan apa saja yang perlu diajarkan ke anak sejak dini?
Berikut hal-hal yang bisa dilakukan para orang tua untuk melatih kebaikan pada anak menurut psikolog.

  1. Gunakan bahasa yang benar
    Gunakan kata-kata yang baik dan sopan ketika bersama anak. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengapresiasi setiap perilaku baik yang dilakukan anak.

“Misalnya, ‘Wah mama senang deh kucingnya dikasih makan sama kakak.’ Kata-kata ini bisa membuat dia merasa, ‘Oh jadi kalau aku melakukan ini bagus ya,'” kata Anastasia.

BACA JUGA: Mencari Tahu Penyebab Makin Tua Makin Pelupa

  1. Bermain peran
    Menurut Anastasia, anak-anak umumnya senang meniru dan melakukan sesuatu. Mereka juga lebih paham ketika belajar dari sesuatu yang dilihat.

Cobalah bermain peran dengan anak agar mereka bisa merasakan sesuatu lebih nyata.

BACA JUGA: Begini Efek Baik dan Buruk Minum Kopi Tiap Hari

  1. Belajar beragam emosi
    Beri tahu anak berbagai emosi, misalnya lapar, sedih, senang, marah. Coba latih anak dengan hal-hal tersebut dan tentunya, dengan bahasa yang baik.
  2. Child lead
    Bermain bukan berarti Anda yang menentukan. Mulailah mengikuti apa yang anak inginkan. Anak yang mendapat kesempatan untuk diikuti saat bermain lebih mudah berempati kepada orang lain.

“Anak tidak bisa dipaksa. Kalau dipaksa justru akan defensif dan melawan,” kata Anastasia.

BACA JUGA: Begini Lo Bund Seks Aman, Tak Sebabkan Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

  1. Luangkan waktu berkualitas
    Anda cukup meluangkan waktu 20 hingga 40 menit untuk anak. Lebih baik sedikit tapi sering menghabiskan waktu dengan anak demi tumbuh kembang anak lebih baik.(han)
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru