Sabtu, Desember 4, 2021

Begini Cerita Penganiayaan Remaja Putri di Kota Malang Versi Polisi

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Kapolres Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, menceritakan duduk perkara pelecehan dan penganiayaan terhadap remaja putri di Kota Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dari pemeriksaan sementara terungkap motif dibalik aksi keji tersebut.

BACA JUGA : Bacok Remaja Usai Tenggak Miras, Tiga Pemuda Diringkus Polres Mojokerto, Lima DPO

Dari 10 orang yang diamankan tersebut, dua merupakan pasangan suami istri dari pernikahan siri. Sang pria atau suami diduga kuat sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap korban.

“Motif yang memicu kejadian tersebut adalah kekesalan dari para pelaku yang merupakan teman dari istri pelaku pelecehan. Setelah sang istri mengetahui suaminya tidur dengan perempuan lain (korban),” ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

BACA JUGA : Tak Punya Biaya Lanjut Sekolah, Remaja di Magetan Gantung Diri

Tinton menyebut pelaku merupakan pasangan suami istri tergolong anak-anak. Karena pernikahan mereka dilakukan secara agama atau siri.

“Meski menikah, status pelaku masih anak-anak. Karena pernikahannya siri atau secara agama. Dengan begitu, kami harus memberikan perlindungan sesuai perundang-undangan selama penanganan kasus ini, baik korban maupun para pelaku,” sebutnya.

BACA JUGA : Delapan Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polresta Sidoarjo

Terpisah Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menambahkan, pemeriksaan terhadap para pelaku masih berjalan. Karena statusnya masih di bawah umur, penanganan melibatkan psikolog, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta Balai Pemasyarakatan atau Bapas.

“Karena statusnya di bawah umur, kami melibatkan psikolog, P2TP2A, dan Bapas dalam penanganan kasus tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA : Pelaku Penganiayaan Berujung Pembakaran Diamankan Polisi

Menurut Budi Hermanto, sepuluh orang itu diamankan karena memiliki dugaan kuat terkait dalam tindak pidana kekerasan serta dugaan pelecehan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur tersebut.

“Ini berdasarkan fakta-fakta penyidikan, bukan mengada-ngada atau karena media sosial. Jadi percayakan semua kepada penyidik. Kita harus memikirkan psikis korban dan tersangka, karena statusnya masih di bawah umur dalam penanganan kasus ini,” tuturnya.

Budi Hermanto merinci, dua orang dari 10 orang yang diamankan merupakan pasangan suami istri siri yang lelaki diduga telah melakukan tindak pencabulan terhadap korban.

Sementara 8 orang lainnya diduga kuat terkait dengan tindak pidana kekerasan dan persekusi. Mereka dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 170 ayat 2 KUHP dan atau Pasal 333 ayat 2 KUHP.

“Untuk tindak kekerasan diancam hukuman 5 tahun penjara, sementara kasus pencabulan, ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas Budi Hermanto.(ina/han)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru