Senin, September 27, 2021

Barito Utara Usulkan 40.000 Hektare Lahan Untuk Food Estate

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengusulkan 40.000 hektare lahan di daerah setempat untuk dijadikan kawasan food estate atau program pemerintah untuk ketahanan pangan nasional.

“Kita petakan dulu wilayah mana nantinya yang dapat disiapkan sebagai areal food estate agar kawasan yang kita disiapkan nantinya benar-benar sesuai dan tidak tumpang tindih dengan kawasan lainnya,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Barito Utara Rakhmat Muratni, Sabtu (20/3).

Menurut dia, Pemkab Barito Utara akan secepatnya mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalteng melalui pematangan kajian pemetaan dari rencana strategis kawasan pangan.

“Dari 40.000 hektare yang direncanakan akan diketahui berapa luasan di setiap kecamatan yang akan dijadikan kawasan food estate di wilayah Kabupaten Barito Utara,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara Muhammad Iman Topik mengatakan dalam peta kawasan yang dibuat untuk rencana strategis ini terdapat di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Teweh Baru, Teweh Timur, Teweh Selatan, Gunung Timang, dan Gunung Purei.

“Bisa juga kita tambahkan untuk areal Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah di sekitar Dusun Durian Ramba. Rencananya, di kawasan tersebut terdiri dari kawasan untuk hortikultura, perkebunan, pemukiman penduduk, dan tanaman pangan lainnya,” kata Topik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan setempat Muhlis menyebutkan sebanyak 10.000 hektare lahan nantinya akan difokuskan di Desa Lemo sesuai dengan penyelarasan keinginan Bupati Barito Utara H Nadalsyah.

“Kita rencanakan di area sepanjang jalan Lemo-Durian Ramba. Itu akan mempercepat perkembangan daerah tersebut, beriringan dengan jalan yang sedang dibangun,” jelas Muhlis.

Rencana tersebut sejalan dengan keinginan Bupati untuk mengkoneksikan Jalan Lemo-Palangkaraya, yang nantinya juga menghubungkan ibu kota Provinsi Kalteng – ibu kota Kabupaten Barito Utara dan ibu kota negara yang baru.

“Kita selaraskan keinginan Bupati Nadalsyah, sesuai dengan aturan yang ada dan dengan hal-hal yang mendukung program tersebut,” ujar Muhlis.(lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru