Sabtu, Desember 4, 2021

Cerita Warga Koja Keracunan Usai Santap ‘Rice Box PSI’

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Polisi terus mendalami kasus 35 warga Koja, Jakarta Utara (Jakut) diduga keracunan usai menyantap nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Menelisik Sosok 2 Wanita dan 1 Pria Pose Bugil di Tebing Koja Tangerang

Dugaan keracunan ini awalnya diungkap oleh Ketua RW 006 Koja, Suratman.

Suratman menjelaskan, pada Minggu (24/10), sekitar 80 warga menerima nasi boks berlogo PSI. Nasi itu bermenu nasi, telor, buncis, dan orek tempe.

Sekitar 2 jam setelahnya, beberapa warga mulai merasakan gejala mual, pusing, dan muntah-muntah hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Koja.

“Kurang lebih 2-3 jam baru merasakan gejala mual,” ucap Suratman kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Dari 35 orang yang keracunan, 24 orang dirawat di RSUD Koja. Beberapa warga sudah dibolehkan untuk pulang dari RS.

“Ada yang berobat, ada yang menahan saja. Jadi yang di RS ada 24 orang. Jadi untuk saat ini yang dirawat 5 orang, selebihnya sudah diizinkan pulang,” ujarnya.

Respons PSI

PSI pun buka suara mengenai insiden itu. PSI mengatakan pihaknya tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut.

“PSI tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut. Kami membagikan dan menghimpun dukungan program rice box ini dari publik, bekerja sama dengan warung-warung dan UMKM,” ujar Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina kepada wartawan, Senin (25/10).

Elva mengatakan rice box PSI mendukung UMKM yang terdampak pandemi dan kami membeli makanan dari UMKM tersebut agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat. Dia mengatakan sudah lebih dari 300 ribu rice box yang dibagikan di seluruh Indonesia dan selama ini semua berjalan baik.

PSI pun sudah berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan warga yang keracunan tertangani. PSI meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Kami mohon maaf atas hal-hal yang kita bersama tidak harapkan. Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan,” ujarnya.

Elva mengatakan pihaknya mendalami pemilik warung yang membuat makanan untuk warga itu. Pemilik warung juga telah meminta maaf ke PSI.

“Kami juga menindaklanjuti dan mendalami pemilik warung tersebut. Pemilik warung sudah menyampaikan minta maafnya juga baik kepada kami dan kepada warga-warga yang keracunan makanan. Kami akan memastikan hal serupa tidak terjadi,” katanya.

Polisi Periksa Ketua DPC dan DPD PSI

Polisi juga turun tangan dalam kasus ini. Dua kader PSI sudah diperiksa.

“Ketua DPC Kecamatan Koja dan Ketua DPD Kelapa Gading. Ada dua yang kita kita ambil keterangannya,” kata Kapolsek Koja AKBP Abdul Rasyid saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

“Kita menanyakan kegiatan apa, tujuannya apa. PSI kan partai, apakah dia mencari suara atau mencari apa. Kita belum tahu ke situ atau mencari pendekatan atau apa ya kan,” tambahnya.

Abdul juga menyinggung soal potensi unsur pidana dalam kasus ini. Pihaknya, kata Abdul, masih menunggu hasil laboratorium terkait sampel makanan yang membuat puluhan warga keracunan.

“Kita melihat hasil labnya dulu. Kita belum bisa menentukan ada pidana atau tidak. Kita menentukan hasil labnya dulu,” kata Abdul.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan sampel makanan itu telah diserahkan kepada pihak laboratorium. Hasil laboratorium, kata dia, akan keluar dalam beberapa hari.

“Sampel labnya sudah kita kirim ke Sentul. Tapi hasilnya mungkin dua hari lagi,” ujar Abdul.

Cerita Warga

Warga juga memberikan keterangan mengenai keracunan makanan ini. Agustina (58), menceritakan anaknya menjadi korban keracunan setelah menyantap nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Jadi saya di rumah pak Eko, di situ ngobrol di situ lagi ada bagi-bagi nasi kotak. Saya bawa pulang, saya kasi anak saya makan. Saya abis makan, jadi kenyang jadi buat anak aja lah makan,” kata Agustina saat ditemui di lokasi, Senin (25/10/2021).

Saat menerima nasi kotak itu, Agustina mengaku dirinya difoto. Sesampai di rumah, Agustina memberikan nasi kotak itu kepada anaknya bernama Albertus (25) karena merasa sudah kenyang.

“Difoto, nggak dikasi apa-apa lagi. (Dapet nasi kotak) satu, orang saya sendiri. Sore habis magrib, takut basi jadi saya bilang kasih makan anak aja. Kata bapaknya kasih si Albertus,” ujarnya.

Beberapa jam setelah makan nasi kotak, Albertus merasa pusing. Sementara beberapa orang tetangganya yang juga makan nasi kotak muntah-muntah.

“Udah kira-kira jam segini (20.00 WIB) saya ke sini ya (lokasi pembagian) pada ribut katanya pada abis makan nasi ini ni pada muntah-muntah. Semua tuh saya di situ ngobrol. Anak saya kepala pusing doang,” ucapnya.

Adik Agustina kemudian membelikan susu untuk diberikan kepada Albertus. Agustina mengaku baru pertama kali menerima nasi kotak.

“Habis makan itu om-nya beli susu murni suruh minum, saya, bapaknya, anak saya pada minum. (Dapet nasi kotak) baru ini,” tuturnya.

Sementara Albertus mengaku merasa pusing setelah mengkonsumsi nasi kotak tersebut. Kondisinya mulai membaik setelah minum susu yang dibelikan adik dari ibunya.

“Sedikit agak puyeng, berak-berak juga sih. Sama om dikasih susu sapi hari itu juga, agak mendingan tapi jam setengah 3 lagi saya berak lagi,” kata Albertus.

BACA JUGA: Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Didatangi Tamu Patroli ‘Malam Minggu’

Albertus mengatakan tekstur makanan nasi kotak itu kenyal dengan rasa yang menurutnya tak enak. Nasi kotak berisi nasi, sayur dan sejumlah lauk, termasuk telur.

“Agak kenyel-kenyel gimana gitu. Telor, orek, sama kacang-kacang apa itu sayur gitu sama telor rasanya nggak enak. Dihabisin karena saya nggak tahu itu da racun ya itu kata orang-orang aja,” tuturnya.(sir)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru