Senin, September 27, 2021

Siloam Hospitals Hadirkan Test Swab Covid Akurat dan Hasil Tercepat

Berita Khusus

Berita Lain

SURABAYA– Hasil test swab cepat, akurat dan hitungan menit sangat dibutuhkan masyarakat. Semakin cepat pasien teridentifikasi, akan semakin cepat pula virus Corona ditangani.

Untuk menjawab permasalahan itu, serta mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19, Siloam Hospitals menghadirkan tes molekuler isotermal di Indonesia.

Tes molekuler isotermal ini adalah metode terbaru deteksi COVID-19 dengan performa tinggi.

Pengumpulan sampel untuk tes ini dilakukan melalui usapan (swab) nasofaring. Metode tes molekuler isotermal ini memakai amplifikasi asam nukleat isotermal, yang dapat menghasilkan waktu proses pemeriksaan lebih singkat dengan sensitivitas hasil tes 95.0% dan spesifisitas 97.9%.

Masyarakat Akan Semakin Mudah Tes Covid

Caroline Riady, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group mengatakan, dengan layanan tes molekuler isotermal di jaringan RS Siloam masyarakat akan semakin mudah untuk mendapatkan akses terhadap tes COVID-19 dengan performa tinggi.

Siloam Hospitals Group bersyukur dapat terus melayani dan memastikan terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia melalui penyediaan tes COVID-19 yang komprehensif mulai dari tes antibodi (rapid dan serologi), antigen (swab antigen), hingga molekuler (RT-PCR dan isotermal).

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pilihan tes yang tersedia di jaringan rumah sakit kami untuk kesehatan dan keamanan bersama,” ujarnya.

Performa tes dengan alat Abbott ID NOW™ ini telah terbukti secara global dalam penerapan uji COVID-19, khususnya dalam hal waktu proses pemeriksaan (lima menit untuk hasil positif dan 15 menit untuk hasil negatif), serta beragam keunggulan lainnya:

Alat ini mudah diakses dan diterapkan terutama sebagai penggunaan POCT (Point of Care Test). Memiliki sifat performa tinggi dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Kesalahan hasil tes (false positive test result) sangat minim.

Teknik ini adalah teknologi dari Amerika Serikat yang telah tersertifikasi FDA EUA, CLIA Waived, dan CE Eropa.

Tes molekuler isotermal tersedia di seluruh rumah sakit Siloam Hospitals Group mulai dari Rp 999.000 (minimum 10 orang).

Selain digunakan untuk pasien dengan onset gejala kurang dari tujuh hari, tes ini sangat sesuai digunakan untuk kasus gawat darurat di IGD, tindakan operasi yang harus segera dilakukan, serta rawat inap.

Layanan Tes Molekuler Isotermal Tidak Terbatas

Dengan sifatnya yang portabel atau mudah dibawa, layanan tes molekuler isotermal pun tidak terbatas hanya di lingkungan rumah sakit saja.

“Bagi masyarakat yang sudah mulai berkegiatan dengan jumlah peserta terbatas, misalnya acara resepsi pernikahan, pertemuan sosial atau kantor, layanan tes ini juga dapat digunakan. Selain itu, kami juga menyediakan layanan tes di rumah (home care). Silakan hubungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi mengenai layanan tes molekuler isotermal on-site maupun home care,” tambah Caroline.

Hingga saat ini, Siloam Hospitals telah melakukan lebih dari 1.000.000 tes COVID-19 atau berkontribusi hampir 5% terhadap pangsa nasional dan merawat lebih dari 9.000 kasus terkonfirmasi positif.

“Penyediaan tes dengan metode baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lagi untuk mengatasi pandemi, termasuk mengakhiri pola penyebaran COVID-19 seefektif mungkin,” Sally, dari RS Siloam Surabaya menimpali.

Memasuki bulan ke-9 pandemi, organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat 474.455 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia dengan angka kematian sebesar 15.393 dan 398.636 orang sembuh. Masih tingginya angka di Indonesia tak lepas dari fakta di lapangan yaitu masih kurang meratanya fasilitas laboratorium untuk menguji semua kasus suspek.

Oxford University’s Our World in Data yang merilis data tes harian per 1.000 orang menunjukkan bahwa per 17 November 2020 Indonesia telah menguji 0.12 orang per 1.000 setiap harinya selama rata-rata 7 hari. Angka ini masih sangat kecil dibandingkan dengan negara lainnya di Asia, seperti Filipina 0.25 per 1.000, Malaysia 0.55 per 1.000, dan India 0.72 per 1.000.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru