Minggu, Juni 26, 2022

Ini Terjadi di China, Meski Hasil Negatif COVID-19, Ribuan Warga Beijing Dipaksa untuk Karantina

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – BEIJING – Ribuan warga Beijing di China dipindahkan secara paksa ke hotel-hotel karantina meskipun hasil tes mereka menunjukkan negatif virus Corona (COVID-19). Langkah ekstrem ini dilakukan otoritas Beijing setelah mendeteksi lebih dari 20 penularan baru Corona dalam beberapa hari terakhir.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/5/2022), ibu kota Beijing berjuang melawan wabah Corona terburuk sejak pandemi mencuat dua tahun lalu. Varian Omicron yang sangat mudah menular tercatat telah menginfeksi lebih dari 1.300 orang sejak akhir April, yang membuat restoran, sekolah dan tujuan wisata setempat ditutup.

BACA JUGA: Jelang Libur Panjang, Beijing Perketat Aturan Covid-19

Strategi yang dipegang teguh China untuk mencapai nol kasus Corona diketahui mencakup penutupan perbatasan secara ketat. Karantina panjang, tes Corona massal dan lockdown terarah.

Lebih dari 13.000 warga di kompleks perumahan Nanxiyuan yang kini ada di bawah lockdown. Dilaporkan telah direlokasi ke sejumlah hotel karantina sejak Jumat (20/5) waktu setempat. Relokasi ribuan warga sekaligus itu dilakukan setelah otoritas setempat mendeteksi 26 kasus baru Corona dalam beberapa hari terakhir.

“Para pakar telah menetapkan bahwa seluruh warga Nanxiyuan menjalani karantina terpusat mulai tengah malam 21 Mei selama tujuh hari,” jelas otoritas distrik Chaoyang dalam pernyataannya pada Jumat (20/5).

“Tolong bekerja sama lah, jika tidak Anda akan menanggung konsekuensi hukum yang sesuai,” imbuh pernyataan tersebut.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan warga yang membawa koper tampak mengantre di tengah kegelapan untuk menaiki bus-bus yang parkir di luar kompleks permukiman tersebut.

“Beberapa dari kami sudah berada di bawah lockdown selama 28 hari sejak 23 April. Dan kami semua telah dinyatakan negatif (COVID-19)” tulis salah satu warga Nanxiyuan dalam pernyataan via jejaring sosial Weibo.

“Banyak tetangga saya yang sudah lanjut usia (lansia) atau memiliki anak-anak yang masih kecil,” imbuh pernyataan tersebut.

“Pemindahan ini sungguh membuat kami merasa seperti berada di medan perang,” sebut seorang warga lainnya, Liu Guangyu, yang juga blogger real estate.

Menurut screenshot yang dibagikan via Weibo, warga setempat diberitahu untuk berkemas dan membawa barang-barang penting. Dan bahwa rumah mereka akan disemprot disinfektan setelah itu.

Mengutip detikcom, bulan lalu, ribuan warga Shanghai yang juga negatif COVID-19 diangkut secara paksa ke pusat-pusat karantina yang berjarak ratusan kilometer dari kota metropolitan berpenduduk 25 juta orang itu. Dalam rangka apa yang disebut sebagai upaya menangkal penyebaran Corona.

Para pengguna Weibo menyampaikan kekhawatiran bahwa otoritas Beijing mengambil pendekatan serupa seperti di Shanghai. Di mana penduduknya menderita akibat lockdown selama berbulan-bulan yang membuat mereka tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap makanan dan perawatan medis.

BACA JUGA: Perketat Pembatasan Covid-19, Beijing Hanya Perbolehkan Restoran Layani Take Away

Tagar berbunyi ‘seluruh warga kompleks Nanxiyuan diseret ke karantina’ diblokir di Weibo pada Sabtu (21/5) pagi waktu setempat.

“Ini persis sama seperti Shanghai, langkah pertama adalah memutus pasokan air dan listrik, kemudian meminta kunci. Kemudian menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah. Peralatan listrik, perabotan kayu, pakaian, makanan — semuanya disemprot,” sebut salah satu komentar oleh pengguna Weibo.(eky)

- Advertisement -

Berita Terbaru