Senin, September 27, 2021

Banjir dan Longsor di India Tewaskan 18 Orang dan Puluhan Hilang

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – MUMBAI – Sedikitnya 18 orang telah tewas di negara bagian Maharastra, India, setelah hujan muson deras menyebabkan longsor dan banjir yang merendam kawasan rendah dan merusak ratusan desa, kata otoritas setempat pada Jumat (23/7).

Sungai-sungai di Maharastra meluap setelah pemerintah melepas air dari dam-dam yang penuh, setelah banyak wilayah di pesisir barat diguyur hujan dengan curah air lebih dari 200 mm selama 24 jam dan beberapa wilayah lain menerima curah hujan setinggi 594 mm.

BACA JUGA: China Laporkan Lebih Banyak Kasus Lokal COVID di Provinsi Jiangsu

Sedikitnya empat orang tewas setelah sebuah bangunan runtuh di pusat keuangan Mumbai, dan 14 lainnya kehilangan nyawa dalam empat bencana longsor di bagian lain Maharashtra, kata pejabat pemerintah setempat.

“Operasi penyelamatan tengah berlangsung di berbagai tempat di Satara, Raigad dan Ratnagiri. Karena hujan deras dan sungai meluap, kami berusaha keras mengerahkan alat-alat penyelamatan segera,” kata pejabat yang menolak disebut namanya.

BACA JUGA: Banyak Wilayah Dikuasai Taliban, Afghanistan Ubah Strategi Perang

Puluhan orang dikhawatirkan terjebak dalam longsor di distrik Satara dan Raigad, kata dia.

Di distrik-distrik pesisir, angkatan laut dan angkatan darat India telah membantu operasi penyelamatan, kata menteri kepala Maharashtra Uddhav Thackeray.

BACA JUGA: Inul Daratista Naik Pitam! Semprot Tingkah Neno Warisman

Ribuan truk tertahan di jalan raya nasional yang menghubungkan Mumbai dengan pusat teknologi Bengaluru di selatan. Jalan-jalan di sana terendam air, kata pejabat Maharashtra lainnya.

Ratusan desa dan puluhan kota kecil di wilayah-wilayah terdampak di Maharashtra tidak mendapatkan listrik dan air bersih, kata dia.

BACA JUGA: Arab Saudi Umumkan Musim Haji 2021 Aman dari COVID-19

Di negara bagian Karnataka dan Telangana, beberapa sungai juga meluap, dan pihak berwenang tengah memonitor situasi, kata pejabat pemerintah.

Musim hujan muson yang berlangsung dari Juni hingga September menyebabkan kematian dan pengungsian massal di seluruh Asia Selatan setiap tahun, namun hujan itu juga membawa lebih dari 70 persen curah hujan yang sangat diperlukan para petani di India.(eky)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru