Kamis, Januari 27, 2022

IPAL Komunal, Kelola Limbah Domestik untuk Tingkatkan Indeks Kualitas Air

Berita Khusus

Berita Lain

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Pertambahan penduduk memiliki korelasi erat dengan kualitas air. Limbah domestik berkontribusi besar terhadap tercemarnya aliran air.

Sehingga penanganan limbah domestik perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi mutu air limbah. Sebagaimana diatur dalam Permen LHK nomor 68 tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik.

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) merupakan metode yang digunakan untuk menghasilkan baku mutu air limbah domestik. Sebagai bagian dari pengendalian pencemaran air.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), MR Karliansyah mengatakan indeks kualitas air naik, dari 53 menjadi 55. Ini karena limbah rumah tangga masih belum terolah dengan sempurna.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan IPAL Komunal di Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Kota Batu (Rabu, 3/3). Dengan diresmikannya IPAL, maka ada upaya untuk memperbaiki kualitas air. Khususnya sebagai upaya pengelolaan lingkungan untuk mengendalikan pencemaran air di daerah aliran sungai (DAS) Brantas.

Setiap Orang Berhak Hidup Sejahtera

Dijelaskannya, sesuai amanah UUD 1945 Pasal 28 Huruf H, disebutkan di sana bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Karliansyah pun memuji keberadaan IPAL di Dusun Macari karena berada di tengah pemukiman padat penduduk. Ia belum pernah menemukan kondisi seperti itu sebelumnya.

Karliansyah pun tak segan menyebut kalau IPAL di Dusun Macari adalah satu-satunya yang ada di Indonesia karena berada di pemukiman penduduk yang padat.

“Biasanya IPAL itu ada tempat tersendiri, ini ditaruh di bawah jalan kampung karena di sini perumahannya padat sekali,” paparnya.

Proses pengolahannya pun lengkap mulai dari pengolahan fisika, kimia hingga biologi. “Nah, jika limbah domestik bisa diolah, maka indeks airnya meningkat,” ujar dia.

IPAL yang berada di Dusun Macari diolah sendiri oleh warga. Karliansyah mengapresiasi gotong-royong warga membuat IPAL. Mulai dari perancangannya, pelaksanaannya, hingga operasionalnya dilakukan oleh warga.

Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Ditjen Kementerian LHK, Luckmi Purwandari mengatakan, akan semaksimal mungkin merealisasikan tiga proyek yang belum selesai. Ada anggaran antara Rp 500 juta hingga Rp 600 juta di tiga titik lain yakni Kelurahan Sisir, Temas dan Ngaglik. Sedangkan di Dusun Macari sendiri anggarannya sebanyak Rp 394.425 juta.

Diterangkannya, pembangunan IPAL di Dusun Macari rampung dikerjakan pada November 2020. Sejak saat itu, operasional IPAL berfungsi. IPAL menggunakan teknologi penyaringan dulu. Jadi air limbah dari rumah disaring. Proses itu dilakukan di bawah jalan.

“Kenapa di bawah jalan ini, karena keterbatasan lahan. Ini daerah padat penduduk,” paparnya.

Kemudian ada pengendapan dan proses biologi. Proses biologi ini melalui anaerobik dengan mencampurkan bakteri. Sehingga air yang tadinya keruh menjadi bersih.

“Setidaknya sudah memenuhi persyaratan pengelolaan air limbah dan tidak sejernih air buat minum,” urainya.

IPAL yang dibangun dapat menampung hingga 60 KK. Saat ini, baru ada 55 KK yang terakomodir. Cara kerjanya, limbah dapur, mandi dan kakus dialirkan ke IPAL. Kemudian mengalami proses netralisasi melalui tahapan fisika, kimia dan biologi.

“Itu bisa menampung limbah 24 meter kubik per hari. Tetapi kapasitas terpasangnya sebenarnya untuk 60 kk. Jadi masih bisa dioptimalkan lagi. Kalau sudah optimal IPAL-nya, nanti bisa ditambah 5 KK,” ungkapnya.

Kehadiran IPAL Jadi Terobosan Positif

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, kehadiran IPAL di Dusun Macari menjadi terobosan positif untuk mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih.

Punjul menjelaskan, Kota Batu banyak kehilangan mata air, yang awalnya berjumlah ratusan tinggal sekitar antara 50 sampai 60 saja saat ini.

Maka dari itu, upaya untuk mengembalikan kondisi air menjadi lebih baik adalah langkah bijak. Manusia sangat tergantung dengan air, maka harus bijak memanfaatkannya.

“Sumber air di Batu ini menghidupi 18 Kabupaten dan Kota di Jatim. Sumber Mata air kualitasnya menurun. Kedatangan Pak Karli betul-betul membawa berkah masyarakat Batu. Dengan adanya IPAL, kualitas air tidak tercemar lagi,” katanya.

Punjul pun menjanjikan untuk menaruh ikan di selokan yang menjadi tempat mengalirnya hasil pengolahan limbah. Pasalnya, dengan kondisi air yang sudah bagus, maka dapat ditaburi benih ikan.

“Saya janji, bersama-sama, bahwa IPAL Komunal tidak membahayakan. Bisa diisi ikan dan air di hulu, pakai pupuk organik,” terangnya.(wok/aka)

- Advertisement -

Berita Terbaru