Rabu, Oktober 27, 2021

Cegah Covid-19, KAI Daop 7 Kembalikan Bea Tiket dan Perpendek Relasi

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan kebijakan pengembalian penuh pembatalan tiket Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal untuk perjalanan 23 Maret hingga 29 Mei 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal ini sesuai dengan penetapan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, kebijakan pengembalian penuh ini diterapkan untuk mendukung arahan pemerintah kepada masyarakat yang diminta membatasi kegiatan di luar rumah.

“Jika sebelumnya penumpang yang membatalkan tiket akan dikenakan pemotongan sebesar 25%, mulai 23 Maret 2020 dana akan dikembalikan 100% diluar bea pemesanan,” kata Ixfan.

Pembatalan tiket juga dipermudah karena bisa diakses secara online.

“Pembatalan dapat dilakukan secara online di aplikasi KAI Access atau secara langsung di Loket Pembatalan Stasiun. Uang pembatalan akan dikembalikan dalam waktu 30-45 hari secara transfer atau tunai sesuai keinginan penumpang,” ungkap Ixfan lebih lanjut.

Untuk penumpang rombongan yang sudah menyerahkan uang muka, dapat mengajukan pengembalian uang muka.

Kemudian untuk rombongan yang belum mencetak tiket, diberikan sekali kesempatan untuk dapat mengajukan perubahan jadwal selama tempat duduk dan kereta penggantinya masih tersedia. Pelayanan untuk penumpang rombongan dilakukan di kantor KAI dimana proses transaksi sebelumnya dilakukan.

Perubahan Relasi Kereta Api

Di samping penyesuaian kebijakan pembatalan tiket, KAI juga melakukan perubahan relasi perjalanan beberapa KA yang lewat Daop 7 Madiun pada rentang 26 Maret hingga 30 April 2020.

Kebijakan ini juga untuk mendukung kebijakan ‘social distancing’ yang diterapkan pemerintah dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya.

Tidak hanya dilakukan perubahan relasi, beberapa KA tersebut juga ditambahkan pemberhentiannya untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang.

“Kebijakan perubahan relasi perjalanan KA ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasi di lapangan,” jelas Ixfan.

Meski terjadi beberapa penyesuaian, PT KAI tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

“Meski terdapat perubahan relasi perjalanan KA, KAI tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan,” tutup Ixfan.(nto/lna)

KA-KA yang mengalami perubahan relasi adalah sebagai berikut:

  1. KA Argo Wilis, sebelumnya relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng – Bandung PP.
  2. KA Turangga, sebelumnya relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng – Bandung PP.
  3. KA Mutiara Selatan, Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng – Bandung PP.
  4. KA Malabar, Malang – Bandung- Gambir menjadi Malang – Bandung PP.
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru