Kamis, Oktober 28, 2021

Mahasiswa Racik Hand Sanitizer, Polisi Gencar Semprot Disinfektan

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – JEMBER – Upaya pencegahan virus covid-19 oleh pemerintah belum sepenuhnya menjangkau semua kalangan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Untungnya, muncul beragam aksi spontan masyarakat maupun kelembagaan lainnya dalam menanggulangi wabah virus yang bisa mengakibatkan penyakit Corona itu.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dengan membagikan hand sanitizer, Senin 23 Maret 2020.

Sebanyak 100 masjid yang tersebar di 10 kecamatan mendapat hand sanitizer gratis dari kampus yang akan beralih status sebagai universitas itu.

Masjid-masjid penerima hand sanitizer di kecamatan Tanggul, Jenggawah, Ajung, Patrang, Kaliwates, Kalisat, Jelbuk, Arjasa, dan Bangsalsari.

Selain itu, juga dibagikan kalender berisi pesan edukasi bagi warga agar berperilaku hidup sehat, serta tidak banyak beraktifitas di luaran.

Hand sanitizer yang dibagikan oleh tim dari IAIN Jember, merupakan produksi mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

“Kita produksi sebanyak 1.000 botol untuk dibagikan kepada dosen, karyawan, serta masyarakat melalui masjid- masjid tersebut,” beber Rektor IAIN Jember Babun Suharto.

Ia menjamin Hand Sanitizer yang dibagikan oleh tim dari IAIN Jember tersebut, sudah sesuai dengan standar kesehatan dunia.

Imam S Arifin, salah seorang mahasiswa pembuat hand sanitizer mengaku cukup bahagia karena karya timnya berguna bagi orang banyak.

“Alhamdulillah. Ini merupakan pengalaman cukup berharga bagi saya, karena apa yang kami produksi bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat. Ini tidak akan saya lupakan,” tuturnya bangga.

Di lain kesempatan, Kepolisian Resor Jember menggelar penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan disinfektan di halaman Mapolres Jember. (nusadaily.com/Sutrisno)

Siapapun yang hendak masuk ke kantor kepolisian ‘dimandikan’ dengan cairan pencegah virus covid-19 itu.

Anggota polisi maupun warga diperlakukan secara sama. Sebab, kepolisian tetap beraktivitas melakukan pelayanan kendati instansi lainnya libur.

Wakapolres Jember, Komisaris Polisi Windy Syafutra menyampaikan, penyemprotan disinfektan sebagai langkah preventif.

Pasalnya, polisi beresiko tinggi tertular Corona karena beragam jenis tugas yang mengharuskan berada diluar ruangan.

“Mandi disinfektan dan pengukuran suhu tubuh ini, sebagai langkah antisipasi kami dari kepolisian, karena pekerjaan kami yang menuntut selalu berada di luar rumah,” urainya. (sut)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru