Kamis, Oktober 28, 2021

Putus Rantai Penularan Virus Corona, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Tiadakan Jam Besuk Pasien

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – BLITAR – Langkah cepat dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar usai dinyatakan ada satu warga Kabupaten Blitar yang positif virus corona atau covid-19. Mulai besok, Selasa, 24 Maret 2020, RSUD Ngudi Waluyo menidakan jam besuk pasien.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami mengatakan, selain meniadakan jam besuk bagi pasien, penunggu pasien rawat inap dibatasi hanya 1 orang. Langkah itu dilakukan sebagai upaya peningkatan kewaspadaan penyebaran covid-19 sampai waktu yang akan ditetapkan kemudian.

“Sebelum ada satu kasus itu kita masih memberi kesempatan satu orang untuk menjenguk agar ada fasilitasi jika membutuhkan makanan, uang, dan lain-lain. Begitu ada satu yang positif, kita akhirnya mengambil langkah menidakan jam besuk dengan tujuan memutus rantai penularan,” kata dr Woro, Senin, 23 Maret 2020.

dr Woro menuturkan, rumah sakit adalah tempat penyakit dan virus. Dimana tidak diketahui banyaknya virus corona yang sudah terbang diudara sekitar rumah sakit. Sehingga msyarakat diminta tetap tinggal dirumah, sementara yang sakit dupastikan akan tetap ditolong.

“Dalam kondisi saat ini, kita tidak ada libur. Bahkan yang cuti kita suruh masuk. Sedangkan yang sakit juga diliburkan di rumah sakit. Tentu tujuannya agar yang sakit bisa terawat dengan baik. Ini kita lakukan untuk memberikan kepercayaan agar masyarakat tidak masuk ke lingkungan rumah sakit supaya tetap dirumah dan memutus rantai penularan,” tandasnya.

Sementara itu, kata dr Woro, batas waktu peniadaan jam besuk itu selama 14 hari kedepan. Namun selama 14 hari nanti akan terus dievaluasi, jika masih tetap darurat atau masih ada peningkatan pasien yang positif, maka akan diperpanjang lagi.

“Kita memohon pemahaman dan keikhlasan dari masyarakat demi perjuangan melawan virus corona. Kita siap di garda depan, makanya mohon bantuan kepada masyarakat. Kita akan berjuang melayani dan masyarakat berjuang memutus rantai penularan agar yang positif cukup satu saja,” pungkasnya.

Terakhir, dr Woro juga menyarankan, bagi masyarakat yang menunggu pasien rawat inap cukup satu orang tidak bergantian. Hal ini dilakukan agar yang terkontaminasi udara di rumah sakit diminimalisir. Diharapkan hanya satu orang yang sudah berusia dewasa.(adv/tan)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru