Senin, September 27, 2021

Walau Terlanjur Daftar, Sebanyak 2.000 Orang Urung Terlayani Vaksinasi di Kampus Unej

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sekitar 2.000 orang belum bisa mendapat layanan vaksinasi meski telah mengikuti pendaftaran melalui pengumuman yang disebarluaskan ke berbagai jejaring media sosial.

Hal ini terjadi saat gelaran bakti sosial penyaluran vaksin Astra Zeneca oleh Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) di kompleks Kampus Tegal Boto, Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember pada Sabtu, 31 Juli 2021.

Dalam kesempatan acara itu dihadiri langsung oleh Ketua KAUJE Sarmuji bersama pejabat penting seperti Rektor Unej Iwan Taruna, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Bupati Jember KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman.

BACA JUGA: Bantu Penyusunan Laporan Keuangan, Pemkab Jember Rangkul FEB UNEJ

Sarmuji mengaku hanya menyediakan 5.000 vaksin, tapi jumlah pendaftar tembus sampai 7.000 orang. Sehingga, terjadi kekurangan vaksin sementara ini yang mengakibatkan 2.000 orang pendaftar tidak dapat terlayani.

“Mohon maaf, ketersediaan vaksin Astra Zeneca yang kami sediakan hanya untuk 5.000 peserta saja. Insya Allah kami di KAUJE akan menggelar acara serupa. Tentu dengan memperhatikan ketersediaan vaksin,” kata pria berlatar belakang anggota DPR RI dari Partai Golkar ini dalam rilis tertulis.

Kendati demikian, Gubernur Khofifah memuji vaksinasi tersebut. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberi bantuan berupa vitamin C, thermalgun dan oxigen concentrator kepada Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana COVID-19 (TTDKBC) Unej.

“Tempat pelaksanaan vaksinasinya enak dan guuede, bukan cuman gede lho,” ucapnya mengomentari lokasi vaksinasi dalam bangunan legendaris Gedung Soetardjo, dan juga fasilitas baru Gedung Auditorium yang dibangun dari dana Islamic Development Bank.

Gubernur Khofifah mengatakan, program vaksinasi akan berjalan cepat jika mendapat dukungan banyak pihak yang mempunyai tempat representatif semisal kampus. Apalagi, seperti Unej memiliki sumber daya beragam fakultas dalam rumpun kesehatan.

“Dengan kondisi wilayah Jember yang luas dan jumlah penduduk yang besar, maka tentu saja membutuhkan sinergi semua fasilitas kesehatan yang ada agar makin banyak warga yang mendapatkan vaksinasi,” tutur mantan Menteri Sosial itu.

Ketua TTDKBC Unej, Ulfa Elfiah menjelaskan vaksin Astra Zeneca hanya berlaku bagi orang berusia 18 tahun keatas. Selebihnya, berkenaan layanan vaksinasi gratis kali ini dikerahkan sebanyak 240 tenaga medis untuk bertugas.

Selama dua hari, ditargetkan dapat melayani 87 orang yang tervaksin per jamnya. “Kami berusaha all out mengerahkan dari UNEJ Medical Center, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, dosen Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, Fakultas Farmasi, alumnus, dokter muda yang tengah Ko Ass, anggota TTDKBC hingga mahasiswa,” urai dokter spesialis bedah plastik itu.

BACA JUGA: Pelaku Usaha Kota Surabaya Tak Setuju Masuk Mal Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi

Melalui beberapa kali vaksinasi sebelumnya, Rektor Iwan Taruna menyebut pihaknya menyalurkan vaksin kepada 7.600 orang untuk kalangan internal kampus maupun warga sekitar. Vaksinasi harus dilanjutkan karena masih banyak yang membutuhkan.

“Dari data yang ada, Unej memfasilitasi vaksinasi bagi 7.600 orang yang terdiri dari dosen, pegawai, keluarga besar Universitas Jember dan masyarakat sekitar kampus. Sementara jumlah mereka yang masuk dalam daftar antrian juga tak kalah banyak,” tukas dia. (sut/lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru