Kamis, Januari 27, 2022

Konfercab NU Kota Malang Dinilai Bakal Aklamasi, Gus Is Ketua PCNU 2022-2027

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang (PC) NU, ke 15 periode 2022-2027 siap digelar 5-6 Februari mendatang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Beberapa sumber yang berhasil ditemui Nusadaily.com, menilai munculnya nama DR. KH. Isroqunnajah (Gus Is), sebagai calon dalam perebutan pucuk pimpinan NU Kota Malang, menjadi penyebab tidak munculnya nama lain. Sehingga, besar kemungkinan Gus Is akan terpilih secara aklamasi.

BACA JUGA: Genderang Konfercab NU Kota Malang Mulai Ditabuh, Beredar Nama Gus Is dan Sutiaji Sebagai Calon Ketua PC

“La ya, helat konfercab sudah kurang 20 hari, tapi hingga saat ini belum ada nama yang muncul kepermukaan sebagai calon lawan Gus Is, kalaupun ada yang muncul hanya sebatas kasak-kusuk. Sehingga besar kemungkinan Gus Is akan terpilih secara aklamasi,” kata sumber tadi.

Sekitar 130 pemilik suara, yang terdiri dari Pengurus Ranting, MWC, dan PC, beberapa diantaranya .

berhasil ditemui Nusadaily.com mengaku sudah mengantongi satu nama yang layak memimpin NU di Kota Pendidikan, 5 tahun kedepan.

BACA JUGA: Konfercab NU Kota Malang: Ketika Gus Is Maju Lagi, Sulit Mencari Lawan yang Sebanding

Salah satu pengurus ranting NU Kelurahan Samaan, menjlentrehkan budaya dalam NU yang lebih mengedepankan apa yang menjadi ‘dawuh’ kiai sepuh.

“Ada budaya di NU yang sangat kental, pertama kenapa ketika nama Gus Is muncul yang lain tiarap, karena yang diamanahi kiai sepuh ya Gus Is. Jadi yang lain akan ‘ewuh pakewuh’ untuk menampakkan diri sebagai calon,” katanya.

Hal kedua yang melatari nama-nama yang selama ini sudah muncul lalu tenggelam lagi. Karena mereka semua mantan santri dari orang tuanya Gus Is di UIN Malang, imbuhnya.

Memang fakta di lapangan, sejak kemunculan nama DR. KH. Isroqunnajah (Gus Is) maju lagi sebagai calon Ketua PC NU Kota Malang, usai dipanggil oleh para Kiai Sepuh. Membuat suasana Konfercab tak lagi ingar-bingar seperti sebelumnya.

BACA JUGA: Konfercab NU Kota Malang Mulai Mengerucut ke Satu Nama Gus Is

Bahkan kemunculan Gus Is, membuat calon lain seakan tak berminat lagi untuk maju sehingga mengerucut ke satu nama yakni Gus Is.

Dihubungi melalui telpon, Gus Is mengaku siap maju sebagai calon Ketua PC NU, usai ‘didawuhi’ (diminta red) para Kiai sepuh. Agar memimpin NU lagi mengingat tahun ini sudah memasuki tahun politik.

“Menurut para kiai yang memanggil saya, beliau minta saya mimpin NU lagi karena biar bisa sejalan dengan apa yang sudah diikrarkan oleh PBNU. Gus Yahya sudah ‘dawuh’ bahwa tidak ada Capres-Cawapres dari PBNU, keinginan kiai di Malang juga tidak ada Cawali-Cawawali dari PCNU,”. Itu kata Gus Is menjelaskan alasan para kiai minta dirinya pimpin PCNU lagi.

Namun demikian, Gus Is menggarisbawahi, yang dimaksud dengan PCNU tidak boleh mempunyai cawali adalah, pengurus aktif.

“Kalau kader NU monggo mawon, tapi kalau beliau masih berada dalam kepengurusan, ya akan diminta untuk mengundurkan diri agar tak terjadi konflik kepentingan,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan Gus Is enggan maju lagi sebagai Ketua PCNU dengan alasan agar terjadi regenerasi dan penyegaran.

Pada waktu itu kabar yang diterima Nusadaily.com, Gus Hilman Putra dari KH Hasyim Muzaddi mantan Ketum PBNU, yang digadang-gadang menggantikan Gus Is usai purna.

Namun ditengah jalan, Gus Hilman dipanggil menghadap ke Rahmatullah. Sehingga dipersepsi oleh para kiai, sepeningggal Gus Hilman, belum ditemui kader yang memiliki kemampuan sekaliber Gus Is yang sudah mampu membawa nama NU Kota Malang mendunia.

BACA JUGA: Yahya Staquf Tegaskan NU Tak Boleh jadi Alat Politik PKB

Panitia Siap 100 Persen

Dihubungi terpisah Ketua Panitia Konfercab, Khoirul Anwar, mengaku persiapannya sudah 100 persen.

“Panitia penyelenggara sudah siap 100 persen, tinggal jalan saja, baik tempat maupun sarana dan prasarana seperti arahan dari Satgas Covid-19 sudah kita siapkan”, kata Anwar.

Disinggung soal tiadanya ingar-bingar calon ketua PC, pasca munculnya nama Gus Is, Anwar mengaku tidak tahu.

“Sebagai panitia saya tak berminat ngurusi siapa calonnya, selain untuk menjaga netralitas, tugas utama panitia adalah menyiapkan acara agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan warga NU”, kata Anwar.

BACA JUGA: Ketum PBNU Mengapresiasi Polisi yang Menjerat Bahar Smith

Studi Kelayakan Calon Ketua PCNU

Seperti diberitakan sebelumnya, studi kelayakan terhadap Ketua PC NU Kota Malang, memang menjadi sangat penting.

Karena seperti diketahui, Kota Malang memiliki hampir 70 Perguruan Tinggi dengan jumlah mahasiswa diatas 100 ribu.

Maka tak heran, kalau di Kota Malang, seorang Ketua RT dipimpin oleh seorang Doktor atau Profesor. Bahkan tak jarang Ketua RT maupun RW dipimpin oleh anggota DPRD atau pejabat teras Pemkot.

Sehingga, Ketua PC NU Kota Malang, sudah selayaknya dipandegani oleh kader NU yang dapat berselancar tak cuma dikalangan kelompok ‘sarungan’.

Tapi juga bisa beradaptasi dengan warga berpenampilan necis dan atau penyuka ikat kepala maupun blangkon.

Hal itu sesuai dengan jargon NU yang telah mengklaim diri sebagai kalangan Islam Nusantara.

Seorang tokoh muda NU, Riadi Ngasiran, menafsirkan bahwa, Islam Nusantara adalah, bermuslim tanpa menghilangkan budaya yang tidak bertentangan dengan akidah Islam itu sendiri. Katanya dalam sebuah kesempatan berbincang dengan Nusadaily.com.

Sehingga tak heran, jika banyak warga Kota Malang, dari berbagai kalangan sangat berharap Ketua PC NU terpilih. Selain menjadi tokoh agama yang mampu membentengi akhlak para pengikutnya juga menjadi tokoh bangsa yang mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dari berbagai latar belakang.(int7)

- Advertisement -

Berita Terbaru