Senin, September 26, 2022

Layanan Potong Hewan Kurban di RPH Naik 100 Persen, Wagub Emil: Bukti Ketaatan Warga

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Animo masyarakat memotongkan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) di momen Hari Raya Idul Adha 1442 H tercatat meningkat 100 %. Jika tahun lalu mencapai 100 an ekor hewan, tahun ini tercatat 200 an ekor hewan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau RPH Pegirian Surabaya, Selasa (20/7) siang.

“Animo masyarakat untuk memanfaatkan RPH tahun ini cenderung meningkat. Ada kenaikan mencapai 100 % di RPH ini. Kami ucapkan selamat kepada Pemkot Surabaya yang sudah berhasil mengimbau masyarakatnya untuk memanfaatkan RPH ini,” terang Wagub Emil Dardak.

Dengan naiknya antusias masyarakat melakukan pemotongan di RPH, menjadi indikasi meningkatnya ketaatan masyarakat untuk tidak menimbulkan kerumunan di wilayahnya.

Hal itu kata dia sejalan dengan anjuran pemerintah dalam penyelenggaraan Hari Raya Idul Adha 1442 H di suasana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Tak hanya itu, Emil juga memastikan bahwa proses penyembelihan hewan kurban di dalam RPH Pegirian Surabaya sudah sesuai protokol kesehatan (Prokes) dan penyembelihannya pun berjalan sangat profesional dan aman.

“Prosesnya pun luar biasa, benar-benar profesional. Bukan hanya cepat tapi ada veteriner atau dokter hewan yang mengawasi sebelum antemortem dan sesudah dipotong,” tutur mantan Bupati Trenggalek itu.

Pemerintah telah memberikan batasan-batasan dalam pelaksanaan penyembelihan agar sesuai Prokes.

Secara Tata Laksana Ada Jam Maksimal

“Secara tata laksana waktu, ada jam maksimal, tujuannya supaya tidak menumpuk semua. Baik itu pendistribusian maupun proses pemotongan. Dan pemotongannya pun tidak melibatkan orang yang tidak berkepentingan,” jelasnya.

Di RPH Pegirian, rencananya akan menerima pemotongan hewan kurban selama tiga hari mendatang.

Setiap hari ada pembatasan jumlah hewan kurban yang masuk. Bagi warga yang akan memotongkan hewan kurban mereka, maka diharapkan untuk mendaftar terlebih dahulu.

Setelah itu, bisa mengirim hewan kurbannya sesuai waktu yang ditentukan.

Selain menghindari penumpukan atau kerumunan saat proses penyembelihan, pengawasan berlapis dapat melindungi masyarakat penerima daging kurban.

“Mudah-mudahan ikhtiar ini bisa melindungi masyarakat memperoleh daging kurban yang sehat, halal dan membawa berkah,” pungkasnya.

Proses penyembelihan hewan kurban di RPH sendiri melibatkan 1.016 petugas.

Mereka diterjunkan Pemprov Jatim bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kab/Kota untuk memantau jalannya penyembelihan di berbagai wilayah.

Mereka tersebar di 802 titik. Tak hanya RPH, tetapi juga pusat-pusat penyembelihan hewan di masyarakat.(ima/aka)

- Advertisement -

Berita Terbaru