Kamis, Oktober 28, 2021

Cegah Corona, Ditlantas Polda Metro Semprot Disinfektan Ratusan Mobil SIM hingga STNK Keliling

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ditlantas Polda Metro Jaya melaksanakan apel pagi dan dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan terhadap 350 kendaraan layanan SIM, STNK Keliling dan kenderaan operasional, Sabtu 28 Maret 2020. Agenda tersebut digelar dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo mengatakan, penyemprotan ini penting dilakukan dalam menghadapi segala macam tantangan penyebaran virus Corona. Tidak hanya petugas yang harus menjaga keselamatan dan kesehatan. Kendaraan operasinal juga harus bersih dari pademik Covid-19.

“Hari ini kita hadirkan sebanyak 350 kendaraan operasional, terdiri dari kenderaan roda dua 150 unit dan roda empat 200 unit. Baik itu kendaraan operasinal bidang Kasubdit Lantas maupun kendaraan operasional pelayanan masyarakat, seperti SIM Keliling dan Samsat Keliling,” ujar Sambodo di Polda Metro Jaya, Sabtu 28 Maret 2020.

“Tujuanannya tentu saja untuk mencegah penyebaran virus Corona, baik kepada anggota yang mengemudi maupun terhadap masyarakat yang dilayani oleh kenderaan tersebut. Sehingga muda-mudaan dengan cara seperti ini, baik anggota dan masyarakat yang dilayani oleh pihak kepolisian terhindar dari virus Corona,” sambung Sambodo.

Menurut Sambodo, semua kendaraan yang dipegang dari satu orang dan berganti ke orang lainnya, tidak diketahui keamanannya di tengah situasi seperti ini.

“Di kendaraan kalian ada virus-virus merupakan sumber penyakit. Pagi ini kita semua semprot kendaraanmu dengan harapan terhindar dari segala penyakit,” tutur dia.

Selanjutnya, dalam menghadapi lebaran 2020, skenario pertama adalah larangan mudik.

“Skenario terburuk larangan mudik, jadi kalau tahun-tahun kemarin, bagaimana kita melancarkan orang pulang kampung dan kembali ke Jakarta, dalam hal arus mudik dan arus balik. Tahun ini, bagaimana kita supaya orang tidak pulang kampung. Kita masih menunggu keputusan pemerintah, yang kemungkinan Senin baru akan dibahas. Apapun keputusannya kita siap mengamankan dan mendukung kebijakan atau keputusan dari pemerintah tersebut,” terang Sambodo.

Menurut dia, pada saat mudik, tujuannya jangan sampai episentrum virus dari Jakarta kemudian virusnya menyebar ke seluruh Jawa.

“Keputusan itu belum final, apakah skenario pertama atau skenario kedua, kita tunggu keputusan pemerintah. Saya menunggu, semua sudah siap gerakannya yang terutama SDM yang mengawal,” paparnya. (dan/top)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru