Rabu, Oktober 27, 2021

Gus Sahal PCINU Amerika: 6 Laskar FPI Meninggal Lawan Aparat, Bukan Mati Syahid, Tapi Mati Jahiliyah

Berita Khusus

Berita Lain

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal tidak sepakat apabila 6 Laskar FPI yang meninggal dunia dalam bentrok di Tol Jakarta – Cikampek km 50 disebut mati syahid.

Justru sebaliknya, pria yang kerap disapa Gus Sahal itu mengatakan keenam Laskar FPI yang tewas terkena tembakan mati dalam kondisi tidak baik.

Hal itu disampaikan Gus Sahal lewat sebuah video yang diunggah dalam Kanal YouTube Cokro TV, Jumat (11/12/2020).

Gus Sahal dalam kesempatan itu menyoroti FPI yang melebarkan propaganda cinta damai dan tanpa senjata.

Namun, menurut Gus Sahal propaganda tersebut penuh dengan kebohongan dengan tujuan menyesatkan opini masyarakat.

Gus Sahal mengatakan, keenam Laskar FPI meninggal dunia yang disebut-sebut mati syahid sejatinya juga bagian dari propaganda sesat.

Pasalnya, Gus Sahal melihat keenam orang itu melawan Ulil Amri atau sosok pemimpin yang seharusnya dipatuhi selagi tidak mengajak kemungkaran.

“Sejatinya menurut Islam. orang yang menyerang atau melawan aparat pemerintah yang sah dengan senjata disebut pemberontakan atau bughat,” ujar Gus Sahal dikutip Nusadaily.com dari  Suara.com.

“(Bughat) Melampaui batas. Hukumnya sah diperangi. Karena penguasa yang sah wajib ditaati, asal tidak memerintahkan kemaksiatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Sahal menuturkan, para penyerang aparat tidak bisa disebut mati syahid karena mereka meninggal dalam keadaan sesat.

“Penyerang aparat itu bukan mati syahid tapi mati sangit karena mati secara jahiliyah. Yang dimaksud jahiliyah adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan,” terang tegas Gus Sahal.

Gus Sahal kemudian menyoroti Ustaz Abdul Somad yang sebelumnya diketahui sempat menyebut polisi penembak 6 laskar FPI masuk neraka jahanam.

Vonis ngawur

Menurut dia, vonis Ustaz Abdul Somad tersebut ngawur dan terkesan sok tahu. Sebab kata Gus Sahal konsepnya tidak seperti itu.

“Vonis neraka jahannam dari Ustaz Abdul Somad terhadap polisi yang menembak laskar FPI sesungguhnya narasi yang sangat ngawur karena menggunakan dalil yang serampangan,” ungkap Gus Sahal.

“Bagaimana dengan aparat yang mempertahankan diri? Apakah berarti masuk neraka jahanam seperti UAS? Tidak, justru dia menunaikan perintah Allah. Vonis Ustaz Abdul Somad jelas ngawur. Lagian Ustaz Abdul Somad sok tahu deh,” tandas dia menambahkan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center Haikal Hassan Baras memuji 6 laskar FPI yang tewas dalam aksi penembakan.

Pada kesempatan tersebut, Haikal Hassan meyakini 6 laskar FPI meninggal dunia dalam keadaan syahid dan kini sedang berada di akhirat bersama Rasulullah SAW. (jib/kal)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru