Senin, September 27, 2021

Korban Persetubuhan dan Penganiayaan Anak di Bawah Umur Ditemukan, Langsung Direhabilitasi di BRSAMPK Naibonat Bersama Bayinya

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – KUPANG – Anak di bawah umur korban persetubuhan hingga melahirkan di Kota Kupang, NTT yang trauma dan minggat, akhirnya ditemukan, Jumat (23/7) sore. Saat ini, Korban MPFN bersama anaknya yang masih bayi dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT.

Kepada Nusadaily.com Minggu (25/07/2021) Kuasa Hukum Andryan Ebenhaiser Boling S.H kembali menceritakan kronologi kejadian mengatakan, korban lari dari rumah karna trauma.

“Terlihat sangat trauma dengan kejadian yang menimpanya. Sehingga tadi malam (23/7), kami dari tim kuasa hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bifa Iustitia Kota Kupang yang hadir saya sendiri Januar P Lukuaka, Andrafiani U Laiya saat itu mendampingi pengambilan BAP oleh Penyidik Polsek Oebobo,” ujarnya.

Baca Juga: Dianiaya, Disetubuhi hingga Trauma, Gadis di Bawah Umur Kabur Dari Rumah

Korban Bersama Anaknya Direhabilitasi

Dengan segala pertimbangan dan kepentingan korban. Segera setelah diambil keterangan di Polsek Oebobo, kami langsung bersurat ke BRSAMPK Naibonat.

“Kemudian membawa anak ini (korban) bersama bayinya untuk dititipkan dan direhabilitasi. Agar menghindari gangguan psikologinya,” lanjut Kuasa Hukum korban, Andryan Ebenhaiser Boling.

Kuasa Hukum LBH Bifa Iustitia Kota Kupang Andryan mengatakan, sebelumnya korban sempat menolak untuk direhabilitasi. Namun setelah diberi nasihat oleh tim LBH, korban yang masih berusia 17 tahun itu akhirnya setuju.

“Akhirnya dia mau (direhabilitasi). Disana dia sudah bercerita dengan baik bersama teman barunya di Balai Anak Naibonat,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Gadis di Bawah Umur Mengaku Disekap 4 Hari oleh Pria di TTS, Sang Kakak Diperkosa dan Diancam Bunuh

Korban Kabur dari Rumah

Sebelumnya, Selasa, 6 Juli 2021, korban kabur dengan membawa anaknya yang baru berusia dua bulan.

Pada tanggal 12 Juli 2021, keluarga mengambil keputusan untuk melaporkan tentang anak hilang bersama bayinya ke Polres Kupang Kota.

“Puji Tuhan kemarin (23/7) sore, sudah ditemukan dan dibawa ke Polres Kupang. Menindaklanjuti laporan kami terkait penganiyaan dan persetubuhan anak di bawah umur yang ada di Polsek Oebobo itu. Korban langsung dibawa ke Polres Kupang untuk diambil keterangan terkait kejadian itu,” terang Advokat muda tersebut.

Selain korban, ayah kandung dan nenek korban juga dimintai keterangan sebagai saksi dan pihak yang mengetahui peristiwa itu.

Baca Juga: Didampingi Kuasa Hukum, Karyawan PT Bosowa Berlian Motor Kupang Siap Laporkan Balik MT ke Polda

Berita Sebelumnya

Sebelunya, diberitakan bahwa, ada anak di bawah umur yang disetubuhi kekasihnya hingga hamil tak sampai disitu korban juga dianiaya dan ditinggalkan dengan perempuan lain.

Karena perbuatan pelaku hingga membuat anak tersebut trauma dan kabur dari rumah, tak hanya sekali korban kabur dari rumah berkali-kali.

Awal Mula Persetubuhan

Awalnya pada 2018 korban yang masih duduk di bangu SMK kelas 1 disetubuhi oleh kekasihnya. Namun saat itu orang tua korban melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak berwenang hingga akhirnya tertangkap dan diganjar hukuman 2 tahun penjara.

Ayah korban menceritakan krononologi peristiwa tersebut kepada LBH BiFA Iustitia Cabang Kota Kupang, bahwa setelah keluar dari penjara, pelaku berinisial AB tak kapok dengan perbuatannya. Hingga pelaku kembali menyetubuhi korban hingga hamil.

Sejak saat itu korban kelihatan trauma dan kabur-kaburan dari rumah hingga berhari-hari. Keluarga mencari korban tak ketemu, akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Oebobo.

Setelah ketemu, korban dibawa ke Polsek Oebobo untuk dimintai keterangan dan divisum. Namun entah apa alasanya, korban menolak hingga petugas tidak bisa berbuat banyak.

Korban dikembalikan kepada keluarga dan pulang ke rumah. Tak bertahan lama korban kembali kabur dari rumah.

Korban Ditemukan di Rumah Saudara Pelaku

2020 lalu, pihak keluarga mendapat informasi bahwa, saat ini korban berada di rumah saudara pelaku AB. Tanpa berlama-lama polisi bersama keluarga korban segera menuju lokasi.

Polisi kembali membawa korban dan pelaku ke polsek untuk dimintai keterangan. Seperti sebelumnya korban menolak untuk diminta keterangan dan visum. Akhirnya, korban dan pelaku kembali dilepaskan.

Beberapa bulan setelah kejadian korban ditemukan bersama AB. Korban memergoki pelaku behubungan dengan perempuan, celakanya sebelum korban bertanya, ia dianiaya pelaku.

Keluarga MPFN, yang mengetahui kejadian tersebut kembali melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak berwajib. Kali ini korban bersedia diminta keterangan dan visum oleh petugas.

Keluarga Melapor ke Polres Kupang Kota

Keluarga korban yang merasa aparat dari Polsek Oboebo lamban, karena hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. Korban yang mengetahui pelaku masih berkeliaran kembali kabur untuk kesekian kalinya, kali ini dengan membawa bayi hasil dari perbuatan pelaku.

Pada tanggal 12 Juli 2021, Keluarga korban yang sudah jengah dengan kinerja Polsek setempat, melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu kepada Polres Kupang Kota.

Keluarga berharap laporannya kali ini bisa langsung ada tindakan yang jelas, sehingga korban yang masih di bawah umur bisa di selamatkan bersama bayinya seta pelaku segera dijerat dengan hukum yang setimpal.

Keterangan Kuasa Hukum Korban

Kepada nusadaily.com Kuasa Hukum Korban, Andryan Ebenhaiser Boling, S.H mengaku bahwa, LBH BIFA Iustitia Kota Kupang baru saja diberikan Kuasa oleh ayah kandung korban, Senin (19/7/21).

Pihaknya mengaku bahwa pengaduan Ayah kandung korban dalam dua tindak pidana persetubuhan anak di bawah Umur dan Penganiayaan. Yang mana kasus ini mandek di Polsek Oebobo, masing-masing 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan.

“Polisi kesulitan karena korban takut di visum dalam tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Korban juga takut memberikan keterangan dalam tindak pidana penganiayaan,” tandas Advokat muda tersebut.

Andryan menjelaskan pihaknya telah meminta SP2HP meminta keterangan di Polsek Oebobo terkait perkembangan pemeriksaan tersebut.

“Sehingga saya bersama Tim Kuasa Hukum Jemy Lambertua Tepa, S.H, Andrafiany Umbu laiya, dan beberapa Rekan Kuasa Hukum langkah pertama kami meminta SP2HP ke Polsek Oebobo untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan tersebut dan dapat memikirkan langkah taktis untuk keberlanjutan pendampingan korban tersebut,” tuturnya. (bai/ark)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru