Senin, September 26, 2022

Penulis Jerman Javier Marias Meninggal Dunia

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Spanyol berkabung. Salah satu penulis hebat Javier Marías telah meninggal pada usia 70 tahun. Di Jerman, ia menjadi penulis laris dengan karya nya yang berjudul “Mein Herz soweiß”.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir Spiegel.de, salah satu penulis Spanyol kontemporer yang paling penting dan sukses, Javier Marías, telah meninggal pada usia 70 tahun. Surat kabar “El País” melaporkan pada hari Minggu, mengutip keluarga Marías.

Perdana Menteri Pedro Sánchez memuji Marías sebagai “salah satu penulis hebat di zaman kita” dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-temannya. “Tulisan karyanya yang luas dan berbakat akan selamanya menjadi bagian mendasar dari literatur kami,” tulis Sánchez.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Tutup Usia, Ini Jumlah Warisan yang Ditinggalkan untuk Charles

Marías telah menjual lebih dari sembilan juta buku di seluruh dunia, karyanya telah diterjemahkan ke dalam 46 bahasa dan diterbitkan di hampir 60 negara. Penulis Spanyol itu sangat populer di Jerman.

Kritikus sastra José Carlos Mainer menilai buku terakhirnya, novel mata-mata “Tomás Nevinson”, yang diterbitkan di Spanyol pada musim semi 2021 , sebagai karya terbaik Marías. Mulai musim gugur ini novel ini juga akan tersedia dalam terjemahan bahasa Jerman dari S. Fischer Verlag.

Untuk waktu yang lama, karya nya itu dianggap sulit untuk dijual, bahkan di Jerman juga. Sampai pada karya “Mein Herz so weiß” dihujani dengan pujian pada musim panas 1996 di acara TV “Das sastra Kuartet”. Marcel Reich-Ranicki, yang meninggal pada 2013, berbicara tentang “buku brilian” dan “penulis terhebat di dunia yang hidup saat ini”.

Keberhasilan terbesarnya termasuk “Mein Herz so weiß “, yang awalnya muncul pada tahun 1993, serta “Tomorrow in Battle Think of Me” (1994) dan “All Souls” (1989).

Baca juga: Ikuti Jejak Mendiang Ibunya, Charles III Kunjungi Irlandia Utara Promosikan Perdamaian Negara

Dalam novel kampus, Marías mengolah waktunya sebagai profesor tamu di Oxford. Marías menyajikan semacam laporan lokakarya berjudul “Black Back of Time”, di mana ia menyajikan kehidupan yang ia ceritakan sebagai campuran antara fiksi dan fakta. (jrm3/lna)

- Advertisement -

Berita Terbaru