Senin, September 26, 2022

Perjalanan Panjang Perjuangan Legalisasi Ganja Medis di Indonesia

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Perjalanan panjang perjuangan legalisasi ganja medis di Indonesia kembali menghadapi hambatan. Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan ganja medis tetap tidak boleh digunakan untuk alasan kesehatan selama belum ada penelitian dari pemerintah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal tersebut dinyatakan MK dalam putusan perkara nomor 106/PUU-XVIII/2020. MK menolak uji formil Undang-Undang Narkotika tentang pasal-pasal larangan penggunaan narkotika golongan I.

“Berdasarkan penilaian atas fakta dan hukum, mengadili, satu, menyatakan permohonan pemohon V dan VI tidak dapat diterima. Dua, menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim Anwar Usman pada persidangan virtual, Rabu (20/7).

BACA JUGA : MK Putuskan Tolak Legalisasi Ganja Medis untuk Kesehatan

MK menyarankan pemerintah dan DPR merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika) apabila ingin melegalisasi ganja untuk keperluan medis.

MK tidak bisa mengabulkan gugatan mengenai penggunaan ganja medis karena belum ada penelitian memadai. Karenanya, Mahkamah menyarankan pemerintah untuk menggelar penelitian dan menentukan kebijakan melalui revisi undang-undang.

“Penelitian yang hasilnya dapat digunakan dalam menentukan kebijakan, termasuk dalam hal ini dimungkinkannya perubahan undang-undang oleh pembentuk undang-undang guna mengakomodir kebutuhan dimaksud,” kata Hakim Konstitusi Suhartoyo pada persidangan virtual.

Di samping itu, Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP Arsul Sani menyatakan wacana legalisasi ganja untuk medis akan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III dengan mengundang para dokter dan ahli farmasi.

- Advertisement -

Berita Terbaru