Kamis, Januari 27, 2022

Petinggi Golkar Ngotot Capreskan Airlangga, Pengamat Politik Sebut Tidak Layak

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Kengototan para elit partai Golkar untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang ditanggapi Pengamat Ilmu Komunikasi  Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, Jamiluddin Ritonga. Dia mengatakan, jika Airlangga Hartarto tidak layak dicalonkan, karena menurutnya  elektabilitas  Ketua Umum Partai Golkar tak kunjung meningkat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bahkan, kata dia hasil survei dari  salah satu lembaga survei, elektabilitas Airlangga di bawah Dedi Mulyadi. Sehingga hasil tersebut, sambung Jamiluddin tentunya sangat memalukan, mengingat Airlangga sudah intens melakukan beragam kegiatan politik untuk mengerek elektabilitas.

“Jadi, dilihat dari elektabilitasnya, Airlangga memang sangat tidak layak untuk diusung menjadi capres. Sebab, sulit bagi Golkar untuk mengerek elektabilitas Airlangga karena sosoknya memang tak layak dijual,” Kata Jamiluddin kepada Nusadaily.com Sabtu (15/1/2022).

Penulis buku riset kehumasan itu juga menilai, jika partai Golkar  tetap memaksakan mengusung Airlangga, maka partai berlambang pohon beringin ini akan kehilangan momentum. 

Pasalnya, partai yang selalu masuk dua besar dalam Pileg itu, tentu aneh bila terus ketinggalan kereta, dan menurutnya  Golkar terkesan tidak dapat mengoptimalkan sebagai partai besar hanya karena salah mengusung capres dari kadernya.

“Karena itu, Golkar sebaiknya melakukan survei internal untuk mendapatkan nama yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres. Cara ini akan lebih objektif dalam memilih kadernya yang akan diusung pada Pilpres 2024,” sarannya.

Dengan cara itu, sambung Jamiludsin Golkar akan terbebas dari keharusan memilih capres dari ketua umum. Mekanisme seperti ini sudah tidak relevan dan ketinggalan zaman.

“Jadi, Golkar sudah saatnya berubah dalam menjaring capres agar kader terbaiknya yang diusung sebagai capres. Itu perlu dilakukan Golkar agar tidak terus menerus kehilangan momentum,” pungkasnya.(int7)

- Advertisement -

Berita Terbaru