Rabu, Oktober 27, 2021

Bawaslu Turunkan Lagi Baliho Petahana yang Membandel Terpasang di Masa Tenang

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY. COM – JEMBER – Bawaslu Jember meninndak penurunan kembali baliho bergambar Bupati Faida yang sudah ditertibkan, namun masih dipasang kembali. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penertiban ulang dilakukan karena alasan saat ini memasuki masa tenang Pilkada. Sedangkan, baliho tersebut memuat foto dan nama orang yang berstatus sebagai peserta Pilkada. 

Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menegaskan, penertiban sesuai dengan ketentuan larangan adanya alat peraga yang mengandung unsur kampanye di masa tenang. 

BACA JUGA: Belasan Pendukung Petahana Geruduk Bawaslu Jember Malam-Malam

“Kami bersama kepolisian dan Satpol PP melakukan penertiban di masa tenang. Memang kemarin diturunkan tapi tadi malam naik lagi,” jelasnya, Senin, 7 Desember 2020.

Dia menyampaikan semua alat peraga kampanye pasangan calon telah ditertibkan. Oleh karenanya, jangan sampai yang seperti gambar petahana itu dipasang lagi. Sikap Bawaslu tetap konsisten, yakni pasti menurunkannya. 

“Kalau ada yang pasang kembali akan kami tertibkan lagi,” tukas mantan aktivis mahasiswa Universitas Jember ini. 

Adapun soal insiden pendukung petahana menggeruduk kantor Bawaslu semalam, Thobrony menaggapinya santai karena siapapun berhak protes. 

“Gak ada masalah but kami. Kalau ada yang kecewa silakan (menempuh) mekanisme. Bisa lapor polisi atau ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” tuturnya. 

Sebelumnya, banyak baliho bergambar Faida terpasang di beberapa tempat termasuk utara alun-alun Jember. Bawaslu melakukan penertiban pada Minggu, 6 Desember 2020.

Namun, malam harinya belasan orang yang mengaku pendukung Faida menggeruduk kantor Bawaslu di Jalan Mataram, Perumahan Pesona Surya Milenia, Kaliwates. 

Massa marah-marah meneriaki komisioner Bawaslu meski diterima masuk ke dalam kantor untuk diberi penjelasan. 

Kemudian, baliho petahana yang sudah ditertibkan Bawaslu ternyata terpasang kembali di beberapa tempat semula.

BACA JUGA: Hanya di Jember: Terus Terjadi Sekolah Roboh, Plafon Puskesmas Runtuh

Hal itu menyulut reaksi. Puluhan orang dari kelompok lain, yaitu massa pendukung Paslon Hendy Siswanto – KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman mengepung rumah dinas Bupati Jember. 

Massa pihak penantang Pilkada ini menuntut penertiban ditegakkan, dengan cara tetap menurunkan apapun alat peraga berisi kandidat Pilkada. 

Hingga akhirnya, Bawaslu menyikapinya dengan menurunkan baliho petahana bersama kepolisian dan Satpol PP. 

Seperti diketahui, Pilkada Jember mulai memanas tensinya jelang tahap pencoblosan. Kendati diikuti oleh tiga Paslon, namun ketegangan paling mencuat ke permukaan justru antara Faida-Vian dengan Hendy-Gus Firjaun.

Baru saja dirilis oleh lembaga survei Politika Research & Consulting, dari metode close option kepada 500 responden acak didapati elektabilitas Faida-Vian 35,6%; Hendy-Gus Firjaun 35,2%. 

Posisi berikutnya Paslon Abdus Salam – Ifan Ariadna Wijaya meraup 12,6 persen. Sisanya sebanyak 16,6% undecided voters yang merahasiakan atau belum menentukan pilihan.(sut)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru