Rabu, Oktober 27, 2021

KPK ke Jember, Lakukan Monitoring dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Berita Khusus

Berita Lain

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

IMPERIUMDAILY.COM -JEMBER-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan ke Kabupaten Jember, Jumat (24/9). Kehadiran petugas KPK ini sebagai langkah pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi, yang belakangan marak dilakukan pejabat daerah. Sejumlah kepala daerah, termasuk beberapa Bupati di Jawa Timur, telah ditangkap KPK melalui OTT (Operasi Tangkap Tangan).

Namun kehadiran Tim KPK ke Kabupaten Jember kali ini bukan untuk melaksanakan OTT. KPK justru melaksanakan tugas sebagai upaya preventif mencegah tindak pidana korupsi, melalui kegiatan Monitoring Center for Prevention (MCP), dengan berkoordinasi dan melakukan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah-Korupsi).

Ikut hadir dalam rapat monitoring dan koordinasi pencegahan korupsi oleh KPK,  Bupati Jember Hendy Siswanto beserta Wakil Bupati, KH Firjaun Barlaman (Gus Firjaun). Rapat dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember.

Bupati Hendy Siswanto, usai rapat menjelaskan bahwa MCP ini merupakan langkah preventif  KPK dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Pencegahan korupsi akan efektif apabila sistem dalam pemerintahan berjalan dengan baik dan benar. “Karena itu, titik beratnya pada upaya perbaikan sistem pemerintahan di daerah,” ujar Bupati.

Karena itu, kehadiran petugas KPK kali ini, menurut Hendy Siswanto untuk melihat sejauh mana sistem pemerintahan berjalan dengan baik dan benar. “Kita di cek tentang kegiatan bagaimana untuk menilai kondisi Jember saat ini, cara pemasukan sistem baru MCP, bagaimana pencegahan terstruktur, sehingga tidak sampai terjadi tindak pidana korupsi,” jelasnya.

BACA JUGA: BPK Nilai Laporan Keuangan Pemkab Jember 2020: TIDAK WAJAR

Sesuai masukan KPK, MCP di lingkungan Pemkab Jember dalam periode lalu, kurang baik. Dijelaskannya, pada kepemimpinan tahun sebelumnya, MCP di Pemkab Jember tidak berjalan, bahkan tidak dikerjakan.

“Dulu jelek sekali karena memang tidak dikerjakan, terutama tahun 2020. Karena itu, posisi kita saat ini masih jelek, mengingat beberapa bulan kemarin kita ada yang blank, tidak melakukan perbaikan,” tegas Hendy.

Tidak ingin kasus serupa terulang, menurut Bupati Jember, Hendy Siswanto, pihaknya akan melakukan percepatan mengerjakan MCP yang direkomendasikan KPK di lingkungan Pemkab Jember.

Implikasi dari buruknya sistem monitoring dan pencegahan korupsi di Pemkab Jember, menurut Hendy, terbukti dengan hasil laporan pemeriksaan keuangan oleh BPK Jawa Timur, yang memberi opini tidak wajar terhadap laporan keuangan yang dibuat Pemkab Jember tahun 2020 lalu.

Waktunya Membenahi Sistem yang Buruk

“Sekarang waktunya berbenah dan kerja keras, masih ada waktu 4 bulan bagi kami untuk melakukan percepatan penyelesaian laporan terkait dengan MCP. Hari ini kami dibantu KPK terkait dengan penyusunan laporan tersebut. Kami sebenarnya minta tambahan waktu  sehari lagi di Jember, namun tidak bisa. Mungkin besok dilakukan secara daring,” ungkap Bupati.

Kepemimpinan Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wabup Gus Firjaun, tampaknya harus bekerja keras, untuk membenahi semua sektor dan kebijakan di lingkungan Pemkab Jember.

BACA JUGA: Cegah Kebocoran Pajak, Ning Ita Gelar Sosialisasi Tapping Box Bersama KPK

Mengingat, pasangan Hendy – Gus Firjaun, mendapat warisan sistem pemerintahan yang cenderung “korup.” Terbukti, Hendy Siswanto sempat “terjebak” dengan  menandatangani surat keputusan terkait dengan honor pemakaman korban Covid-19, yang melibatkan 4 pejabat –termasuk dirinya, dengan nilai Rp 282 juta.

Setelah kasusnya “viral” di media, Hendy Siswanto mengaku akan mengevaluasi semua kebijakan Pemerintah Daerah, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) yang cenderung melegalkan tindak pidana korupsi.

“Waktunya untuk berbenah, sistem pemerintahan kita sejak tahun-tahun lalu sangat buruk. Ini harus kita akhiri. Kedepan harus jauh lebih baik, karena implikasinya jelas, dan sangat tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya. (yon)   

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru