Rabu, Oktober 27, 2021

Patuhi Larangan Mudik, Wali Kota Batu: Tinggal di Rumah, Rumah Sakit atau Tinggal Kenangan

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengingatkan masyarakat  mematuhi larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Larangan mudik mulai berlakukan 6-17 Mei 2021. Peringatan larangan mudik disampaikan Dewanti melalui poster bertagar jangan mudik yang beredar di media sosial.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Pilih mana? Tinggal di rumah, tinggal di rumah sakit, tinggal kenangan. Tentukan pilihanmu selagi kamu bisa memilih. Lindungi diri, orang tua dan keluarga di kampung halaman,” pesan Dewanti yang tertulis di poster dengan disertai foto orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu itu.

Dewanti Rumpoko menuturkan, pihak Polres Batu telah menyiapkan segala skema memenuhi pelaksanaan larangan mudik. Ia berharap masyarakat bisa menahan diri tak bepergian selama libur lebaran. “Semua demi keamanan dan kebaikan kita semua,” ucap Dewanti dilansir Nusadaily.com.

Bagi warga yang masih membandel mudik ke Kota Batu, akan diantarkan ke karantina yang disediakan dinkes. Kemudian pemudik menjalani rapid test antigen dan swab.  “Warga datang di-swab dulu, kemudian dikarantina lima hari dan di swab lagi. Ketika hasil negatif baru diperbolehkan pulang ,” lanjut Dewanti.

Kalangan ASN Pemkot Batu juga tak lepas dari aturan larangan mudik. Kata Dewanti, mereka harus tetap berada di Kota Batu. Mobil dinas ditempatkan di Balai Kota Among Tani selama libur lebaran. Sanksi disiapkan bagi yang melanggar ketentuan, mulai dari teguran hingga penundaan kenaikan pangkat.

“Larangan mudik ini kewajiban dan amanah.  ASN yang mudik bisa ketahuan. Saya akan panggil para ASN melalui Sekda. Kalau tidak datang, nah diindikasikan mereka mudik. Sanksi bagi yang melanggar aturan,” papar dia.

Larangan mudik bagi ASN telah dituangkan dalam SE  SE Wali Kota Batu nomor 800/812/422.202/2021. Mereka wajib tetap berada di Kota Batu. Larangan untuk bepergian ke luar kota diberlakukan mulai 22 April hingga 24 Mei. Tak ada izin cuti sepanjang masa waktu itu, terkecuali cuti sakit atau melahirkan.

Untuk memantau keberadaan para ASN selama libur lebaran, mereka wajib membagikan lokasi dan informasi terkini melalui Whatsapp. Laporan itu harus dilakukan setiap pagi dan sore selama libur lebaran.“Dispensasi ke luar kota diberikan kepada mereka yang berkepentingan dinas atau kepentingan mendesak. Misal anggota keluarganya mengalami musibah. Syaratnya harus melampirkan surat izin yang ditandatangani oleh pimpinan,” terang Dewanti.

Dewanti menjelaskan, larangan mudik ini diberlakukan untuk kebaikan bersama. Di sisi lain, ASN juga harus memberikan contoh kepada masyarakat terkait larangan mudik dan disiplin protokol kesehatan. Sehingga, ia meminta agar aturan ini tidak dianggap sesuatu yang memberatkan. “Selama libur yang sudah ditentukan, ASN harus tetap di rumah masing-masing karena dalam SE itu telah diterangkan, terutama pejabat eselon 3 dan 4 yang memiliki kendaraan dinas. Kendaraan harus dikandangkan di kantor,” imbuhnya.

Dia berharap ASN melihat aturan itu sebagai suatu kebaikan untuk semuanya. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, prioritas kesehatan dan keselamatan bersama harus dipikirkan baik-baik. “Ini untuk kebaikan bersama. Saya juga tidak akan ke mana-mana di masa lebaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan pada libur panjang Idul Fitri, ASN dikenakan wajib piket bergilir. Dalam piket itu mereka  melakukan kegiatan seperti perawatan mobil serta menyelesaikan permasalahan dalam masing-masing OPD.

“Tak hanya itu saja, ketika momen libur panjang, masing-masing staf setiap OPD Pemkot Batu, harus tetap melakukan komunikasi dengan pimpinannya,” pintanya.

Dewanti juga menegaskan, open house  dipastikan tidak ada. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendagri No 800/2784/SJ tentang pelarangan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan kegiatan open house/halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021.

“Lebaran tahun ini hanya bisa dilakukan dengan keluarga terdekat atau dengan tetangga terdekat saja. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegas Dewanti. 

Dia juga mengimbau, pada momen Idul Fitri, masyarakat Kota Batu tidak kemana-mana. “Masyarakat tidak usah menyeberang kampung ataupun nyebrang desa. Kita semua menahan diri dulu. Karena sudah kita ketahui bersama, pandemi belum berakhir,” jelasnya. 

Terlebih, kata Dewanti, saat ini ada varian virus baru yang katanya lebih ganas dan sudah masuk Indonesia. Pihaknya mengimbau masyarakat menjaga keselamatan bersama. 

Sementara itu pelaksanaan takbir dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi. Sedangkan pembaca takbir di musala dan masjid juga dibatasi sebesar 10 persen dari kapasitas. 

Pelaksanaan salat Idul Fitri 2021 tetap diperbolehkan dengan syarat harus memenuhi standar protokol kesehatan. Terlebih Kota Batu sudah dinyatakan sebagai zona kuning. Karena untuk pelaksanaan salat Idul Fitri baru diperbolehkan ketika suatu wilayah dinyatakan zona hijau ataupun kuning.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri diatur dalam SE Kemenag nomor 7 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021.

“Untuk salat Ied boleh. Namun masyarakat harus tetap mematuhi prokes, seperti memakai masker, jaga jarak dan wudhu dari rumah. Terlebih, saat ini Kota Batu sudah masuk dalam zona kuning persebaran Covid-19. Hal tersebut harus benar-benar dipertahankan dan dijaga. Ibadah tetap bisa dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen dari kondisi normal,” papar Punjul.

Lebih lanjut Punjul menjelaskan, berdasarkan kriteria zonasi PPKM mikro tingkat RT, terdapat beberapa wilayah zona oranye. Bagi zona oranye, salat Idul Fitri diperbolehkan namun dengan kapasitas 15 persen saja.

Jika hari H, Kota Batu turun jadi zona kuning atau hijau maka bisa digelar dengan kehadiran 50 persen dari kapasitas normal. Serta pihak masjid harus koordinasi dengan satgas Covid-19 demi  menyiapkan peralatan prokes.

“Khatib yang melakukan kutbah tidak boleh lebih dari 10 menit. Bagi lansia, orang sakit atau baru sembuh, baru dari perjalanan diimbau melakukan salat di rumah saja,” terangnya.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu dr Susana Indahwati juga menyampaikan bahwa untuk mempersiapkan hal tersebut Dinkes Kota Batu telah melakukan vaksinasi bagi seluruh tokoh agama (toga) di Kota Batu.

“Tokoh agama kami telah melakukan vaksinasi. Jumlah ada sekitar 431 toga se Kota Batu yang sudah divaksin. Dengan begitu mereka bisa melaksanakan kegiatan Salat Idul Fitri 1442 H. Tapi dengan ketentuan tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” pungkasnya. (wok/adv/wan)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru