Kamis, Oktober 28, 2021

Upaya Pemulihan Ekonomi di Surabaya Melalui Budidaya Tanaman

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat saat pandemi salah satunya melalui budidaya tanaman dengan metode hidroponik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Yuniarto Herlambang di Surabaya, Sabtu, mengatakan, budidaya tanaman dengan metode hidroponik ini juga bertujuan untuk ketahanan pangan.

BACA JUGA : Anggota Komisi IV DPR RI Kritik Keras KKP Potong Alokasi Bantuan Aspirasi Budidaya Ikan Air Tawar Bioflok

“Intinya adalah bagaimana mencukupi gizi masyarakat,” kata Yuniarto Herlambang.

Untuk itu, lanjut dia, saat ini pihaknya gencar melakukan pelatihan hidroponik kepada kelompok masyarakat dengan menghadirkan pelatih atau narasumber yang merupakan pelaku budidaya tanaman dengan metode hidroponik.

BACA JUGA : Ketua DPD RI Dukung NTT-NTB Jadi Pusat Budidaya Ikan Kerapu dan Kakap

“Mereka sudah paham betul tentang hidroponik. Jadi, diharapkan mereka bisa menerapkan di masing-masing wilayahnya. Utamanya untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Herlambang menjelaskan, terdapat beberapa jenis tanaman atau sayuran yang mudah untuk dibudidayakan dengan metode hidroponik di antaranya sayur jenis pakcoy, sawi, dan kangkung.

BACA JUGA : Menteri KKP Targetkan NTT dan NTB jadi Andalan Budidaya Nasional

Pelatihan hidropinik terakhir digelar DKPP untuk kader Tim Penggerak PKK Surabaya di Kantor DKPP Surabaya, Jumat (24/9).

Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan konsep urban farming dengan metode hidroponik sangat cocok diterapkan di daerah perkotaan. Sebab, metode hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas karena dapat memanfaatkan pekarangan rumah.

“Alhamdulillah, saya sangat didukung oleh DKPP Surabaya. Jadi, kader-kader PKK itu diberikan pelatihan hidroponik. Hidroponik ini bisa dibangun di pekarangan yang halamannya tidak terlalu luas,” kata Rini.

Oleh sebab itu, Rini juga menekankan kepada kader-kader TP PKK Surabaya untuk memaksimalkan pelatihan hidroponik yang mereka ikuti. Sehingga, mereka bisa menerapkan hasil dari pelatihan itu di wilayahnya masing-masing.

“Saya tekankan kepada kader-kader yang hadir, itu (pelatihan) harus dimaksimalkan. Bagaimana membuat ladang usaha walaupun dengan pekarangan rumah yang kecil tapi bisa menghasilkan,” ujarnya.

Pelatihan hidroponik tersebut diikuti oleh perwakilan dari 20 Kecamatan di Surabaya. Rencananya, kegiatan tersebut digelar secara bertahap khususnya bagi kecamatan-kecamatan yang belum menerima pelatihan.(lal)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru