Rabu, Oktober 27, 2021

Wabup Subandi Akui Banyak Warga Desa Meninggal Karena Varian Delta Covid-19

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – H. Subandi Ketua Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo mengakui banyak warga desa di Kota Delta yang meninggal karena varian delta Covid-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Setiap hari di desa itu kabar orang meninggal rata-rata 3-4 orang. Ini masih belum tertangani dengan baik,” katanya saat rapat percepatan penanganan Covid-19 di Kantor DPRD Sidoarjo, Jumat (23/7/2021).

Wakil Bupati Sidoarjo menambahkan dalam upaya menangani masalah tersebut, pihaknya akan kembali menghidupkan satgas Covid-19 di setiap desa. Sebagai upaya langkah cepat dalam memutus penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: DPRD Sentil Pemkab Sidoarjo: Penutupan Jalan Sukses Batasi Mobilitas Warga, Tapi Gagal Kendalikan Covid-19

“Satu minggu kemarin, kita sudah lakukan Kordinasi dengan para kepala desa untuk menghidupkan kembali satgas Covid-19 ditingkat desa atau RT/RW,” ujar Subandi.

Subandi meminta ada kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam percepatan penanganan Covid-19. Karena kalau hanya pemerintah saja yang berjuang maka hasilnya juga kurang maksimal.

“Satgas covid di desa memang telat, tapi ini harus tangani dengan baik, makanya kami mohon kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam berperang menangani pandemi virus corona,” ucapnya.

BACA JUGA: Langgar PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Bubarkan Hajatan Warga Sidoarjo

Dalam kesempatan yang sama, drg. Syaf Satriawaman Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, mengatakan warga yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) masih kurang maksimal. Karena ini hanya cendrung dibebankan kepada tenaga kesehatan saja.

“SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait dengan Isoman kadang tidak sama, misalnya ketika ingin mengambil obat, harus yang bersangkutan yang datang ke puskesmas. Kemarin kita sudah kordinasikan obat tersebut harus diantarkan. Agar tidak menimbulkan penularan,” pungkasnya. (ful/lna)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru