Kamis, Januari 27, 2022

Ribuan Warga Tulungagung Langgar Prokes Selama Pandemi

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Ribuan warga Tulungagung langgar Prokes selama pandemi. Tim Gabungan yang terdiri Satpol PP Kabupaten Tulungagung, TNI dan Polri menjadi pelopor penegak Protokol Kesehatan. Utamanya di Kabupaten Tulungagung selama pandemi ini.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Komisi A DPRD Tulungagung Sebut Pembelajaran Daring Belum Maksimal – Nusadaily.com

BACA JUGA: Mahasiswi Tulungagung Sekamar dengan Pria, Berdalih Pengantar Mie Kemalaman – Imperiumdaily.com

Terhitung sejak diterapkannya penegakan operasi yustisi di Kabupaten Tulungagung. Yakni pada pertengahan September yang lalu. Sudah 110 kali tim gabungan menggelar operasi yustisi di Kabupaten Tulungagung.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Penegakan Perda dan Perbup Tulungagung, Artista Nidya Putra kepada Nusadaily.com. Media ini menemuinya pada Rabu (30/12) siang tadi di ruang kerjanya.

BACA JUGA: Kusni Kasdut, Anak Petani Miskin dari Blitar yang Jadi Ketua Gangster Kelas Kakap – Noktahmerah.com

BACA JUGA: Kocak Cover Koplo Maw & Wang Bisa Sembuhkan Stroke – Dangdutpro.com

“Operasinya sudah 110 kali kita lakukan sejak pertengahan September sampai hari ini 30 Desember,” ujarnya.

Nindya Putra alias Genot mengatakan, 110 kali operasi dilakukan di sejumlah lokasi yang berbeda beda.

Lokasi tersebut dipilih karena acapkali menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Serta menjadi akses jalan yang ramai digunakan masyarakat saat beraktivitas.

Operasi Sering Pindah Lokasi

BACA JUGA: Masa Pandemi, Kereta Api Rute Malang-Tulungagung Sepi – Javasatu.com

“Untuk lokasinya pindah-pindah. Terutama di tempat berkumpulnya massa dan jalan yang ramai arus lalu lintas,” ucapnya.

Hasilnya didapati 1.258 pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dari angka tersebut, 1.211 orang dikenai sanksi membayar denda. Kemudian 47 lainnya menjalani sanksi sosial.

“Ada memang yang belum membayar denda, sehingga KTP nya masih kita bawa. Nanti bisa mengambil setelah membayar melalui bank ke kas daerah,” terangnya soal ribuan warga Tulungagung langgar Prokes.

Pihaknya menyebut, pada awal penerapannya, banyak warga yang masih melakukan pelanggaran dan terjaring dalam operasi ini. Kemudian jumlahnya terus mengalami penurunan pada pertengahan bulan Oktober hingga November.

Namun grafik temuannya kembali meningkat, pada akhir bulan November dan Desember.

“Akhir-akhir ini memang kembali meningkat, semoga tahun depan mengalami penurunan,” pungkasnya.

Pihaknya berharap, kesadaran masyarakat semakin meningkat. Sehingga jumlah pelaku pelanggaran semakin menurun guna mencegah penyebaran COVID-19.(fim/cak)

- Advertisement -

Berita Terbaru