Minggu, Juni 26, 2022

Siap Gantikan China Jadi Tuan Rumah Piala Asia, Ini Kata Presiden Sepak Bola Jepang

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Olahraga Harian Jepang pada Rabu (18/5) melaporkan bahwa, sebagai tanggapan atas pengabaian hak China baru-baru ini untuk menjadi tuan rumah Piala Asia AFC 2023, Jepang berusaha untuk menggantikan China sebagai tuan rumah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kozo Tashima, ketua Asosiasi Sepak Bola Jepang, mengatakan bahwa dia telah secara tidak resmi berkomunikasi dengan AFC tentang mengambil alih dari China untuk menjadi tuan rumah Piala Asia.

BACA JUGA: Sekolah di Spanyol Ciptakan Terapi Penyakit Langka Lewat Sepak Bola

Kozo Tashima mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Jepang pada Selasa (17/5), jika (Piala Asia) diadakan di Jepang, mungkin dilakukan sesuai dengan jadwal yang sama, apabila ada masalah keuangan, Jepang tidak akan mengadakannya, tetapi jika ada dukungan keuangan tertentu, Jepang bersedia menjadi tuan rumah.

Sekarang masih ada sekitar satu tahun sebelum tanggal asli Piala Asia 2023, Tashima Kozo mengakui, tidak mudah untuk menyediakan akomodasi dan tempat pelatihan untuk 24 tim dalam setahun.

BACA JUGA: Wow! Pertandingan Sepak Bola Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Melansir dari new.qq.com, Piala Asia diadakan setiap empat tahun sekali, Jepang telah memenangkan Piala Asia sebanyak empat kali dan merupakan negara dengan kejuaraan terbanyak. 

Piala Asia 2023 semula dijadwalkan digelar di 10 kota di China termasuk Beijing dan Shanghai mulai 16 Juni hingga 16 Juli tahun depan.

BACA JUGA: “Generasi TikTok” Ambil Alih Sepak Bola Spanyol

Jika Jepang akhirnya menjadi tuan rumah Piala Asia 2023, itu akan menjadi kedua kalinya Jepang menjadi tuan rumah kompetisi tersebut sejak Piala Asia 1992. Tiga puluh tahun yang lalu, tim tuan rumah Jepang memenangkan kejuaraan.

Menurut laporan Kingxiang Sports Korea Selatan, Korea Selatan juga telah bergabung dalam perjuangan untuk menjadi tuan rumah Piala Asia, dan Asosiasi Sepak Bola Korea telah mengadakan pertemuan pertama untuk membahas hal ini.(nd4/lna)

- Advertisement -

Berita Terbaru