Kamis, Januari 27, 2022

Siapakan Torso Killer Richard Cottingham?

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – JAKARTA – Pada tanggal 2 Desember 1979, petugas pemadam kebakaran di New York merespons alarm di sebuah hotel kecil di dekat Times Square.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ketika mereka memaksa masuk ke dalam dan memadamkan api, mereka menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar perabotan yang terbakar. Ada dua mayat tanpa kepala di tempat tidur.

Selain tanpa kepala, kedua mayat itu juga kehilangan tangannya. Tubuh mereka disiram bensin dan dibakar.

BACA JUGA: Ini Motif Pembunuhan Imam Masjid di Luwu Sulsel

Bagian tubuh yang hilang tidak pernah ditemukan, tetapi setelah dirontgen satu korban diidentifikasi sebagai Deedeh Goodarzi (22), seorang imigran dari Kuwait yang bekerja sebagai PSK. Mayat tanpa kepala lainnya tidak pernah diidentifikasi.

Detektif mengaitkan pembunuhan itu dengan pembunuhan Helen Sikes yang juga PSK. Dia hilang dari Times Square pada Januari 1979.

Saat ditemukan, kepalanya digantung dengan seutas benang. Kakinya juga dipotong. Tubuhnya dipotong-potong sampai bagian terkecil.

Selanjutnya, pada tanggal 5 Mei 1980, polisi menemukan PSK lain, Valerie Streets, tewas di sebuah kamar motel.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Pembunuhan Nenek di Aceh Barat

Dia telah dipukuli dan dicekik kemudian dijejalkan di bawah tempat tidur. Dia telah dipukuli dan pembunuhnya telah menggerogoti putingnya sampai hampir putus. Pembunuhan ini terkait dengan pembunuhan sebelumnya di motel yang sama.

Pada tanggal 15 Mei di tahun yang sama, seorang PSK lain ditemukan terbunuh di sebuah kamar motel. Jean Reyner ditikam sampai mati di sebuah motel dekat Time Square.

Payudaranya telah dipotong dan tubuhnya dibakar. Polisi pun menemukan titik temu dari kasus-kasus ini.

Satu minggu kemudian polisi dipanggil ke motel yang sama, tapi kali ini atas laporan seseorang. Dilaporkan ada seorang gadis yang berteriak, seolah-olah dia sedang disiksa.

Ketika polisi tiba, mereka menangkap seorang pria. Ketika mereka memasuki kamar, mereka menemukan seorang gadis muda diborgol ke tempat tidur.

Dia histeris, mengoceh tentang apa yang telah dilakukan pria ini padanya. Dia telah dipukuli, diperkosa, disodomi dan dipaksa dengan pisau untuk memukuli pria itu.

BACA JUGA: Tiga Terpidana Mati Pembunuhan SAD Ditahan di Lapas Besi Nusakambangan

Pria Terhormat yang Kejam

Pelakunya adalah Richard Francis Cottingham. Sepintas tampaknya Richard mustahil jadi tersangka pembunuhan sadis ini.

Dia adalah seorang pria terhormat dan memiliki pekerjaan yang baik di bidang komputer untuk sebuah perusahaan asuransi kesehatan besar. Tapi begitu polisi menggeledahnya rumahnya, cerita berbeda terungkap.

Ketika ditangkap, polisi menemukan borgol, penutup kulit, dua kerah budak, pisau lipat, pistol replika, dan banyak pil. Di rumahnya ia memiliki ruang piala di mana ia menyimpan beberapa barang pribadi dari beberapa korban juga.

BACA JUGA: Kapolda: Saya Serius Tangani Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang

Saat berada di penjara, polisi terus mengembangkan kasus pembunuhan Cottingham dan telah menemukan tiga korban yang masih hidup. Serangan terhadap ketiganya terjadi pada tahun 1978, satu tahun sebelum pembunuhan pertamanya yang diketahui.

Dia akhirnya dinyatakan bersalah dan dihukum dengan hukuman 173 hingga 197 tahun penjara. Dalam dua persidangan berikutnya dia dinyatakan bersalah atas empat pembunuhan tingkat dua.

Saat di penjara, Cottingham memecahkan kacamatanya dan mencoba untuk bunuh diri. Tapi dia mengacau dan berakhir tanpa kacamatanya untuk sementara waktu.(han)

- Advertisement -

Berita Terbaru