Kamis, Januari 27, 2022

Tak Punya Biaya Lanjut Sekolah, Remaja di Magetan Gantung Diri

Berita Khusus

Berita Lain

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Magetan, lagi-lagi karena masalah ekonomi. Miris memang, lantaran tidak punya biaya untuk lanjut sekolah seorang remaja Dusun Suci Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan memilih mengakhiri hidupnya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Selain masalah ekonomi, korban juga tidak dapat ijin dari orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Remaja ini gantung diri di kuda-kuda rumah belakang dengan seutas kain. Rabu, (09/06/2021) pagi.

Korban diketahui bernama Angga Setyawan (17) putra dari pasangan suami istri Agus Suwarno dan Suharti. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibunya pulang dari sungai untuk mencuci baju.

Baca Juga: Lagi, Warga Magetan Gantung Diri Akibat Terjerat Masalah Kemiskinan dan Kesehatan

Kronologi

Menurut Kapolsek Kawedanan, AKP Suyatni usai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa, berdasar keterangan saksi, sekitar pukul 06.00 WIB korban berada di rumah dan sedang memperbaiki televisi. Kemudian sekitar pukul 06.30 WIB, Ibu korban pamit kepada korban untuk mencuci baju di sungai.

“Kurang lebih dua jam mencuci baju. ibunya pulang dan mendapati korban sudah tergantung di kuda-kuda rumah belakang dengan tali kain melilit lehernya,” ungkap AKP Suyatni kepada nusadaily.com, Rabu (9/6/21).

Selanjutnya mengetahui hal tersebut ibu korban meminta tolong. Teriakan ibu korban di dengar oleh Slamet yang kebetulan sedang menggarap sawah di dekat rumah korban.

Baca Juga: Diduga Depresi Pasca Cerai, Wanita Muda di Mojokerto Bunuh Diri

Pukul 09.00 WIB, Slamet dibantu Eko Wahyono menurunkan korban tergantung di blandar rumah bagian belakang. Bermaksud menyelamatkan nyawa korban. Namun nahas, korban yang sudah meninggal tetap tak terselamatkan.

“Keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pamong desa dan meneruskan kepada kami,” jelasnya.

Baca Juga: Kasus Gantung Diri Tinggi Belum Jadi Perhatian Pemkab Magetan

Dari hasil visum luar oleh unit identifikasi polres Magetan dibantu tim kesehatan Puskesmas Tladan tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, identik dengan korban gantung diri. Pada leher korban terdapat bekas jeratan tali yang digunakan gantung diri.

Dari hasil pemeriksaan, keterangan saksi dan orang tua, motif sementara remaja 17 tahun nekat akhiri hidup akibat alami depresi.

Baca Juga: Sakit Menahun, Kakek Magetan Gantung Diri

“Korban sempat meminta untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun orang tua yang hanya berprofesi sebagai buruh tani menolaknya karena tidak memiliki biaya,” ungkap Kapolsek.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas meninggalnya anaknya dan tidak akan menuntut siapapun.

“Selanjutnya jenazah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,” pungkas Suyatni. (nto).

- Advertisement -

Berita Terbaru