Kamis, Januari 27, 2022

Terkait Warga Malang yang Viral Buta Usai Divaksin, Begini Penjelasan Dokter RSSA

Berita Khusus

Berita Lain

IMPERIUMDAILY.COM – MALANG – Joko Santoso (38) melakukan vaksinasi di rumah Ketua RW setempat bersama 148 warga yang tinggal di RW 02, Kelurahan Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Namun beberapa jam kemudian mengalami gejala seperti mual, pusing, serta demam. Menginjak malam hari, lanjut Joko, rasa sakit di bagian kepalanya semakin terasa. Tidak hanya itu, seketika Joko tak bisa melihat secara normal.

Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang buka suara soal warga yang diviralkan mengalami kebutaan usai vaksin AstraZeneca.

Dokter spesialis saraf konsultan sub spesialis neosarafasculer RSSA dr Rokhdiyan Rakhmatiar mengatakan awalnya pasien datang dengan keluhan tak bisa melihat. Selanjutnya, Joko menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, mulai darah, MRI, dan MRA kepala.

BACA JUGA: Pemkab Manggarai Barat dan Binda NTT Gelar Vaksinasi COVID-19



Pemeriksaan ini untuk melihat kemungkinan adanya penyumbatan atau pembekuan terhadap pembuluh darah atau saraf yang mengarah ke mata.

“Hasil pemeriksaan laboratorium darah, kepala itu tidak didapatkan tanda-tanda yang mengarah ke pembekuan, atau penyumbatan pembuluh darah otak yang mengarah ke mata,” kata Rokhdiyan di RSSA, Rabu (8/12/2021).

Dari hasil pemeriksaan disepakati hilangnya penglihatan mata Joko bukan karena adanya penyumbatan darah pada mata sebagaimana kasus gejala pasca-vaksin Astrazeneca. Tetapi tim dokter akhirnya mendiagnosa Joko menderita peradangan pada saraf mata.

“Lebih pada kasus peradangan pada saraf mata. Pasien merespons dengan terapi ada perbaikan. Kemudian saat rawat jalan kita evaluasi kembali dari hasil MRI ulang hasilnya sama, tidak didapatkan tanda-tanda penyempitan darah,” ungkapnya.

Menurut Rokhdiyan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab pembekuan darah. Tetapi ketika pasien diberikan pengobatan dan terapi anti radang, justru memberikan respons positif, sehingga didiagnosa memang terjadi peradangan saraf mata.

Dokter spesialis mata konsultan sub spesialis neurooctamologi dr Wino Vrieda mengatakan selama dirawat inap sembilan hari di RSSA, serangkaian pemeriksaan dan terapi dilakukan kepada warga Kelurahan Arjowinangun ini. Dan hasilnya memang cukup positif, dimana perlahan penglihatan Joko kembali pulih meski belum total.

BACA JUGA: 95 Persen Remaja di Jakarta Barat Sudah Menerima Vaksinasi Dosis Satu



“Perkembangan pasien menunjukkan adanya perbaikan penglihatan pada hari keempat, sudah mulai bisa melihat bayang-bayang, dan terus mengalami perbaikan penglihatan. Pasien kemudian dipulangkan setelah menjalani perawatan selama 9 hari. Kemudian mendapat terapi obat dan evaluasi secara rutin berkala di poli mata dan juga poli neurologi RSSA,” kata Wino.

Wino menambahkan selama pemeriksaan oleh sejumlah tim gabungan dari beberapa dokter spesialis didapatkan adanya disfungsi pada saraf mata milik Joko. Dimana serangkaian pemeriksaan oksiti, oksitiamigrafi, juga dilengkapi pemeriksaan lengkap, dan pencitraan kepala, serta pembuluh darah di otak, Joko menderita peradangan saraf mata.



“Dari diagnosis ada peradangan pada saraf mata, atau yang kita sebut suatu nuorotisoptik. Pasien kemudian menjalani perawatan rawat inap untuk mendapatkan terapi dari tim gabungan dari tim dokter spesialis mata, neurologi, dan juga penyakit dalam,” bebernya.

Setelah membaik, lanjut Wino, pasien berusia 38 tahun ini kemudian dipulangkan dan menjalani rawat jalan hingga kini, dengan rentang waktu 3 bulan usai Joko mengalami kebutaan pasca-vaksinasi.

“Pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam menjalani perawatan selama tiga bulan, di mana hampir setiap satu minggu atau dua minggu pasien ke poli mata dan neurologi. Hasil pemulihan penglihatan oleh pasien, kami harapkan ada evaluasi secara rutin berkala untuk bisa mempertahankan kondisi yang telah membaik,” tandasnya.

BACA JUGA: Menlu RI Dorong Percepatan Vaksinasi untuk Antisipasi Omicron



Sebelumnya, Joko melakukan vaksinasi di rumah Ketua RW setempat bersama 148 warga yang tinggal di RW 02, Kelurahan Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang. Tenaga kesehatannya dari RS Refa Husada

Usai vaksinasi, Joko kembali pulang. Namun beberapa jam kemudian mengalami gejala seperti mual, pusing, serta demam. Menginjak malam hari, lanjut Joko, rasa sakit di bagian kepalanya semakin terasa. Tidak hanya itu, seketika Joko tak bisa melihat secara normal.

Anehnya keluhan itu hanya dirasakan Joko, sementara warga lain yang bersamaan mengikuti vaksinasi tidak. Titik Andayani (35), istri Joko, kebetulan sudah menjalani vaksin di tempat kerjanya. Sehingga kala itu tidak ikut suaminya vaksinasi.(nda/han)

- Advertisement -

Berita Terbaru